IHSG bisa berbalik arah pada perdagangan Rabu (2/7/2008) karena kenaikan yang tajam pada Selasa kemarin dinilai anomali di tengah tekanan inflasi yang tinggi.
Meski inflasi di bulan Juni yang mencapai 2,46% dan year on year 11,03% dinilai masih di bawah prediksi pasar yang memperkirakan melonjak hingga 12,84%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara indeks Dow Jones pada penutupan Selasa waktu AS (1/7/2008) naik tipis 32,25 poin (0,28%) menjadi 11.382,26. Indeks Nasdaq naik 11,99 poin (0,52%) menjadi 2.304,97 dan S&P 500 naik 4,91 poin (0,38%) menjadi 1.284,91.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Selasa (1/7/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tajam 29,703 poin (1,26%) menjadi 2.378,808.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks Menguat Ditengah Tekanan Inflasi
Indeks bertahan dengan menguat 29 poin keposisi 2.378 ditengah tekanan inflasi bulan Juni yang cukup tinggi 2,46% dan 11,03% (yoy). Penguatan tersebut sedikit anomali mengingat kondisi bursa regional justru melemah. Tingginya inflasi tersebut perlu dicermati investor mengingat RDG besok lusa diperkirakan menaikan BI rate sebesar 25 bps. Indeks rawan profit taking dikisaran 2.360-2.390 dengan pilihan saham: TINS, PGAS, AALI, UNTR, dan BUMI.
eTrading Securities
Pengumuman inflasi Juni 2008 kemarin, yang sebesar 2,46% MoM atau 11,03% YoY (adj 12,8%) membawa sentimen positif ke bursa Indonesia sehingga menguat signifikan pada perdagangan kemarin. Indeks menguat 1,3% ke level 2378,8 dengan ditopang penguatan saham banking dan coal player. Dengan penguatan ini, secara teknikal, indeks berhasil menembus resistance falling wedge di level 2350 sebagai konfirmasi reversal.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam, kembali bergerak sideways dan ditutup menguat terbatas. Perpaduan sentimen negatif atas tingginya harga minyak dunia dan lemahnya construction spending dengan sentimen positif baiknya penjualan dari General Motors Corp membawa indeks Dow Jones menguat tipis 0,28%. Penguatan ini tidak diikuti bursa regional yang dibuka melemah sekitar 1% pada perdagangan hari ini.
Bursa Indonesia diperkirakan masih mampu menguat ditopang oleh momentum penguatan pada sektor banking dan coal player. Beberapa saham pilihan seperti PGAS, INDF dan ASII diperkirakan juga masih mampu menguat pada perdagangan hari ini. Namun sentimen negatif dari bursa regional diperkirakan akan menahan laju penguatan indeks. Gap yang terbentuk di level 2349 akibat penguatan kemarin juga berpotensi tertutup dalam jangka pendek. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2349-2400.
(ir/ir)











































