Bursa-bursa Asia pada perdagangan Rabu (2/7/2008) mencatat penurunan besar setelah harga minyak kian tak terbendung, sementara harga pangan tak kunjung turun. Investor mencemaskan hadirnya era stagflasi, yang akan meningkatkan risiko investasi di pasar saham.
Stgaflasi merupakan kondisi perekonomian yang pertumbuhannya stagnan, sementara inflasinya terus melonjak. Investor khawatir dengan stagflasi itu maka daya beli konsumen pun akan semakin lesu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai saat ini tidak ada indikasi bahwa inflasi telah mencapai titik puncaknya. Das pun merekomendasikan agar investor tetap berinvestasi di sektor yang relatif terisolir dari dampak kenaikan harga-harga seperti utilitas dan telekomunikasi.
Saham-saham di Jepang yang di awal tahun sedemikian bersemangat kembali terpukul akibat tekanan inflasi global. Indeks aham kembali turun karena tingginya harga energi yang dikhawatirkan akan menggerus nilai Ekspor Jepang. Indeks Nikkei ditutup merosot 1,3% ke level terendahnya dalam 11 pekan. Indeks Nikkei telah merosot dalam 10 hari terakhir, yang merupakan penurunan terpanjang sejak tahun 1965.
Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,5%, akibat penurunan tajam dari saham HSBC Holdings dan China Mobile Cathay Pacific. Diluar Jepang, saham-saham di Asia Pasifik turun 0,1%. (qom/ir)











































