BI kemungkinan akan menaikkan suku bunga menyusul tingginya inflasi di bulan Juni yang mencapai 2,46% dan year on year 11,03%.
Sementara tingginya harga minyak dunia ke US$ 144 per barel akan memberikan dua sisi yang berbeda, menakutkan karena akan membuat APBN tertekan karena harus menambah dana subsidi. Sisi lainnya justru akan membuat harga saham energi ikut naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham di Wall Street pada penutupan Rabu waktu AS (2/7/2008) berguguran karena investor khawatir terhadap ekonomi AS akibat tingginya harga minyak.
Indeks Dow Jones turun 166,75 poin (1,46%) menjadi 11.215,51, Nasdaq turun 53,51 poin (2,32%) menjadi 2.251,46 dan S&P 500 turun 23,39 poin (1,82%) menjadi 1.261,52.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (2/7/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,334 poin (0,01%) menjadi 2.378,474.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks melemah tipis 0,3 poin diposisi 2.378 menunjukkan investor mulai profit taking mengingat IHSG telah naik beberapa hari disaat bursa regional melemah. Selanjutnya indeks mengantisipasi kenaikan BI Rate sebesar 25bps seiring inflasi bulan Juni yang mencapai 2,46% dan 11,03% (yoy). Indeks masih menunjukkan trend pelemah dengan kisaran 2.360-2.390 dengan pilihan saham:Â ENRG, PGAS, AALI, UNTR, dan BUMI. Â
eTrading Securities
Kemarin bursa Indonesia bergerak sideways dan ditutup melemah tipis, di tengah situasi harga minyak yang tinggi dan kebangkitan sektor banking setelah selama sebulan terakhir mengalami koreksi. Indeks ditutup melemah 0.01% di level 2378,4 dengan didominasi sektor banking dan koreksi pada saham ENRG terkait rumor rights issue.
Semalam bursa US kembali mengalami koreksi tajam terkait harga minyak yang kembali break new record di level US$144,20. Harga minyak dunia kembali naik setelah data persediaan minyak US mengalami penurunan serta situasi geopolitik yang terus memanas di Iran. Indeks Dow Jones ditutup melemah 1,46% di level terendah sejak Agustus 2006.
Terkait hal ini, bursa Asia juga turut dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Pelemahan bursa Asia seperti Nikkei, KOSPI dan Hangseng telah berlangsung selama kurang lebih 3 pekan terakhir terimbas tingginya harga minyak dan kekhawatiran inflasi domestik.
Minimnya sentimen positif untuk perdagangan hari ini, akan membuat bursa Indonesia bergerak cenderung melemah. Indeks diperkirakan akan memfaktorkan pelemahan yang terjadi di bursa global dan kekhawatiran akan tingginya harga minyak. Terlebih lagi hari ini, BI Rate diperkirakan akan naik 25bps menjadi 8,75% yang akan kembali menekan sektor automotive, property dan banking. Indeks akan bergerak pada rentang
2349 - 2400.
(ir/ir)











































