Pefindo dalam siaran persnya, Kamis (3/7/2008) menyatakan, meski kinerja bisnis perusahaan menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan pada kuartal I-2008, namun kemampuan untuk melunasi obligasinya yang akan jatuh tempo sangat tergantung pada fasilitas pinjaman baru dari bank.
Sampai saat ini, Indosiar berencana untuk mengkombinasikan pinjaman bank (Rp 500 miliar) dan ekuitas (Rp 200 miliar) dalam mendanai kembali obligasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Indosiar gagal mendapatkan komitmen pada kurun waktu tersebut, rating perusahaan dapat diturunkan akibat kurangnya likuiditas dalam membayar kembali kewajibannya. Per 31 Maret 2008, posisi kas dan setara kas perusahaan hanya berjumlah Rp.10.74 miliar.
Indosiar yang mulai beroperasi secara komersial di tahun 1995, merupakan perusahaan televisi swasta kelima saat masuk ke dalam industri yang saat ini terdapat 10 stasiun TV swasta nasional.
Per 31 Maret 2008, mayoritas kepemilikan saham IDSR dikuasai oleh PT Indosiar Karya Media Tbk atau IDKM (99,9908%) yang saat ini dipegang oleh PT Prima Visualindo (27,2366%), Citibank Singapore (8,4994%) dan kepemilikan publik (64,2640%).
(qom/ir)










































