Kenaikan BI Rate 0,25% menjadi 8,75% juga tidak bisa menahan hantaman negatif penurunan bursa regional. Pelaku pasar pun buru-buru keluar dari lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis (3/7/2008), IHSG terpuruk hingga 91,863 poin (3,86%) ke posisi 2.286,611. Indeks LQ-45 turun 21,375 poin (4,25%) menjadi 481,687 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 26,264 poin (6,03%) menjadi 409,564.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan IHSG mencatat transaksi sebanyak 82.176 kali, dengan volume 2,422 miliar unit saham, senilai Rp 7,348 triliun. Hanya 26 saham naik, sisanya 207 saham turun dan 35 saham stagnan.
Pengamat saham David Ferdinandus mengatakan IHSG mengalami penurunan paling dalam karena dibanding bursa kawasan lainnya, IHSG belum mengalami koreksi tajam.
"Selama ini memang belum ada koreksi yang besar di IHSG, ketika ada momentum penurunan bursa kawasan dan harga minyak naik tajam, pelaku pasar langsung terkena panic selling," kata David ketika dihubungi detikFinance, Kamis (3/7/2008).
Sejak ada pengumuman kenaikan BBM, IHSG belum melakukan penyesuian penurunan. "Sehingga boleh dikatakan saat ini refleksi tersebut dilakukan, Jadi wajar jika IHSG paling dalam turunnya dibanding bursa lain yang sudah lebih dulu mengalami koreksi," ujar David.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 1.150 menjadi Rp 7.150, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.200 menjadi Rp 15.250, Telkom (TLKM) turun Rp 300 menjadi Rp 7.350, Indosat (ISAT) turun Rp 300 menjadi Rp 6.300, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 2.800 menjadi Rp 31.700 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 450 menjadi Rp 12.750.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) naik Rp 250 menjadi Rp 2.500, Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) naik Rp 150 menjadi Rp 2.675, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 2.625.
(ir/qom)











































