"Saat ini kami sedang negosiasi kontrak penjualan batubara ke PLN. Kami harapkan tandatangan kontrak paling lambat September mendatang," ungkap Investor Relations TRUB, Gamala V Katoppo saat dihubungi detikFinance, Jumat (4/7/2008).
Negosiasi kontrak tersebut dilakukan setelah sebelumnya TRUB merampungkan akuisisi 3 KP di Muara Enim. Dari 3 KP tersebut, 1 sudah masuk tahap eksploitasi, sedangkan dua lainnya masih dalam tahap eksplorasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang disiapkan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) di KP tersebut sebesar US$ 10 juta. Seluruhnya dari kas internal perusahaan. "Capex 1 KP untuk produksi 1 juta ton per tahun sekitar US$ 10 juta," ujar Gamala.
Kadar batubara di tambang tersebut berkisar antara 4-5 ribu kilo kalori, sehingga masuk dalam kategori kebutuhan batubara proyek 10 ribu megawatt PLN.
"Sedangkan dua KP lagi, diharapkan produksi tahun depan," ujar Gamala.
Saat ini nilai kontrak batubara PLN berkisar antara US$ 45-60 per tonnya. Jika kontrak dengan PLN berhasil diraih oleh TRUB, nilai kontrak untuk 1 juta ton per tahun akan sekitar US$ 45-60 juta.
"Saya belum bisa memastikan angkanya, tapi kira-kira segitu," kata Gamala.
Sektor batubara merupakan bidang usaha baru TRUB. Setelah mengakuisisi 3 KP tersebut, TRUB mendirikan anak usaha baru yang bernama PT Maksima Infrastruktur yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh TRUB.Maksima membawahi 3 tambang tadi.
TRUB memang sedang melakukan ekspansi ke berbagai sektor, termasuk batubara. Sebab, perseroan harus dapat mengurangi kontribusi pendapatan dari anak usahanya PT Truba Jaya Engineering, agar anak usahanya itu bisa segera IPO.
Rencana IPO Truba Jaya tertunda akibat besarnya kontribusi pendapatan ke TRUB yang saat ini masih diatas 50%. Agar Truba Jaya bisa IPO, TRUB harus meminimalisir kontribusi dari Truba Jaya hingga dibawah 50%.
Ke depannya, TRUB berencana terus melebarkan sayapnya ke sektor batubara, sebagaimana pernah dikatakan oleh Direktur Utama TRUB, Sidik Sidarta. Apalagi, dengan adanya proyek 10 ribu megawatt PLN, sektor batubara low rank (kadar rendah) telah menjadi bidang bisnis yang strategis.
(dro/ir)











































