"Komposisi dana IPO kira-kira 25% akan berasal dari investor lokal, sisanya asing," ujar VP Investment Banking PT Danatama Makmur, selaku penjamin emisi IPO Adaro, Vicky Ganda Saputra ketika dihubungi detikFinance, Senin (7/7/2008).
Rencananya, Adaro akan mencatatkan saham sebanyak 11,139 miliar saham di harga Rp 1.100 per saham, dengan target perolehan dana sebesar Rp 12,252 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Porsi dana IPO yang akan dihimpun Adaro dari investor lokal sebesar Rp 3,063 triliun tersebut, akan menjadi yang terbesar dalam sejarah pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.
Meski kondisi pasar modal saat ini sedang berfluktuasi ditambah sempat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu, namun, Vicky optimistis IPO Adaro bisa meraup dana lokal sebesar 25% dari total size IPO.
"Tentu saja kami optimistis. Apalagi kalau dilihat dari responsnya, IPO Adaro ini kan yang paling ditunggu-tunggu investor," lugas Vicky.
Oleh karena itu, dalam penawaran saham yang akan dilakukan pekan ini, pelaksanaan akan dilangsungkan secara serentak di 4 kota besar di Indonesia.
"Penawaran akan akan dilakukan serentak di Jakarta, Medan, Semarang dan Surabaya," ungkap Vicky.
Menurut Vicky, tindakan ini merupakan bagian dari komitmen Adaro untuk meningkatkan porsi investor lokal dalam penawaran saham perdananya.
"Ini juga menjadi pertama kalinya perusahaan swasta nasional yang melaksanakan offering secara nasional," ujar Vicky.
Penawaran di Jakarta akan dilaksanakan di lapangan parkir Semanggi Expo, SCBD. Sedangkan di 3 kota lainnya, penawaran akan dilakukan di kantor-kantor cabang utama Bank Mega.
"Penawaran di Semarang, Medan dan Surabaya akan dilaksanakan di kantor cabang utama Bank Mega. Masing-masing kota di satu kantor cabang utama," ulas Vicky. (dro/ir)










































