"Saat ini kami sedang dalam proses pemesanan 1 kapal angkut batubara baru dengan ukuran 300 feet," ungkap Corporate Secretary PTBA, Eko Budhiwijayanto saat dihubungi detikFinance, Senin (7/7/2008).
Pemesanan kapal tersebut, terkait rencana perseroan mendirikan anak usaha baru untuk mengangkut batubara melalui jalur laut. Tadinya, perseroan berencana mengakuisisi PT Bahtera Adiguna untuk meningkatkan kapasitas angkut batubara jalur laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu, Direktur Utama PTBA, Sukrisno mengatakan perseroan akan mengkaji dua opsi, yaitu mendirikan anak usaha sendiri atau mengakuisisi perusahaan angkut laut lain.
"Saat ini fokus kami adalah mendirikan anak usaha sendiri. Namun jika ada perusahaan yang mau diakuisisi kami tetap membuka opsi itu," ujar Eko.
Sayangnya, Eko masih enggan membeberkan nilai investasi yang disiapkan baik untuk membeli kapal maupun untuk mendirikan anak usaha baru tersebut.
"Karena masih dalam tender pemesanan kapal, jadi belum bisa diungkapkan. Kapal yang kami pesan baru 1, karena untuk mengajukan izin mendirikan usaha pengangkutan laut, sesuai peraturan harus memiliki minimal 1 buah kapal," jelas Eko.
Kapal yang sedang dalam proses pemesanan tersebut berukuran 300 feet, dengan kapasitas angkut antara 8-10 ribu ton sekali jalan.
Selain itu, rencana perseroan mengadakan kerjasama dengan PT Kereta Api juga sudah memasuki tahap pembentukan perusahaan patungan.
"Namanya PT Sriwijaya Kereta Api Trans atau PT SKAT. Proses pembangunan kami harapkan bisa dimulai tahun ini," ujar Eko.
Kerjasama dengan PT KA diperkirakan akan menghabiskan investasi sebesar US$ 734 juta. Rencananya PT SKAT akan melakukan peningkatan kapasitas angkut batubara di dua jalur yang dimiliki PT KA di sekitar lokasi tambang PTBA di Tanjung Enim.
Dua jalur tersebut adalah Tanjung Enim-Palembang sejauh 160 kilometer dan Tanjung Enim-Lampung sepanjang 416 kilometer. Proyek yang ditargetkan rampung tahun 2012 ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas angkut batubara PTBA menjadi 20 juta ton per tahun.
PTBA juga sedang dalam proses mengadakan kerjasama dengan Transpacific dan China Railway Engineering. Kerjasama tersebut untuk pembangunan jalur kereta khusus mengangkut batubara PTBA dari Tanjung Enim-Lampung sepanjang 308 kilometer.
Investasi kerjasama ini diperkirakan mencapai US$ 1 miliar. Proyek yang ditargetkan rampung tahun 2011 ini dharapkan bisa memberikan kapasitas angkut tambahan sebesar 20 juta ton. Jika dua proyek ini rampung, PTBA bisa menjual sebanyak 40 juta ton batubara di 2012.
"Kerjsama dengan Transpacific dan China Railway masih dalam proses pembentukan perusahaan patungan. Kami bertiga sudah deal," ujar Eko.
PTBA memang sedang berencana melakukan ekspansi besar-besaran hingga tahun 2015 mendatang. Targetnya pada tahun 2015, produksi batubara PTBA bisa mencapai 50 juta ton.
Untuk itu, perseroan sedang membidik beberapa tambang batubara di Kalimantan untuk diakuisisi.
"Masih dalam proses, kami harapkan akuisisi bisa dimulai tahun ini. Kapasitasnya berapa saja, yang penting dia bisa dikembangkan," ujar Eko.
Sayang ia masih belum mau membuka nilai investasi yang disiapkan PTBA terkait rencana ekspansi ke Kalimantan tersebut.
(dro/ir)











































