"Target dana IPO kami sekitar US$ 100 juta pada akhir tahun ini," ungkap Direktur Utama Trikomsel, Sugiono Wiyono Sugialam saat dihubungi detikFinance, Senin (7/7/2008).
Dalam rencana IPO tersebut, Trikomsel akan melepas saham antara 30-40%. Mengenai penjamin emisi yang akan ditunjuk, saat ini masih dalam pembicaraan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Target dana perolehan sebesar US$ 100 juta rencananya akan digunakan untuk pengembangan toko, area dan peningkatan principal hingga 3 tahun ke depan.
Menanggapi keadaan pasar modal yang sedang kurang baik seperti saat ini, Sugiono mengungkapkan jadwal IPO bisa saja ditunda menjadi awal 2009.
"Kalau kondisi pasar terus menerus kurang baik, IPO akan kami tunda menjadi awal tahun depan. Namun kami harapkan tetap tahun ini, karena industri telekomunikasi sedang tumbuh pesat. Jadi harus mengembangkan usaha dengan cepat," ujarnya.
Tampaknya Trikomsel telah melakukan antisipasi seandainya rencana IPO tertunda hingga awal tahun depan.
"Kami sudah memperoleh sindikasi pinjaman dari Citibank, BCA, BII, Lippo dan Mandiri sebesar US$ 75 juta, dengan tenor 3 tahun dengan opsi tambahan 2 tahun," ungkap Sugiono.
Menurut Sugiono, dana tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dana perseroan seandainya IPO jadi ditunda hingga tahun depan.
"Jadi seandainya IPO delay, kami masih memiliki dana untuk pengembangan usaha. Atau bisa juga dengan adanya tambahan dana dari IPO dan pinjaman bank, rencana pengembangan kami bisa lebih cepat lagi," jelas Sugiono.
Dalam tiga tahun ke depan, Trikomsel berencana menambah jumlah gerainya sebanyak 450 unit. Saat ini jumlah gerai Trikomsel sebanyak 770 unit.
"Akhir tahun ini kami targetkan menjadi sekitar 850 gerai," ujar Sugiono.
(dro/qom)











































