Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengaku memang mendengar ada rencana dua investor yang ingin membeli saham Indosat lewat tender offer. Tapi Erry mengaku tidak tahu siapa investor tersebut.
"Dengar-dengar memang ada yang mau masuk jadi pesaing Qtel, tapi saya belum tahu pastinya. Kan kalau tender offer mengajukannya ke Bapepam bukan ke kita. Tapi saya dengar ada dua perusahaan yang mau ikut tender offer Indosat," kata Erry disela-sela acara listing saham PT Destinasi Tirta Nusantara di gedung BEI, Selasa (8/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Qtel melakukan tender offer karena telah membeli 40,8% saham Indosat milik STT. Qtel sebenarnya sudah mengajukan pengumuman tender offer untuk membeli seluruh saham publik.
Meski Qtel tidak terkena aturan baru tender offer yang maksimal dilakukan jika membeli 50% saham, karena sudah penawaran tender sudah sebelum revisi aturan tender offer keluar, namun tender offer Qtel dibatasi maksimal memiliki hingga 49%. Hal ini karena aturan tender offer tidak boleh bertentangan dengan aturan lainnya, dimana dalam aturan daftar negatif investasi pihak asing hanya boleh memiliki maksimal 49% saham perusahaan telekomunikasi.
Sebelumnya dikabarkan grup Bakrie juga mengincar saham Indosat. Bakrie dikabarkan telah memiliki saham Indosat yang dibeli melalui perusahaan-perusahaan sekuritas.
(ir/ddn)











































