"Rencana IPO ditunda hingga semester dua tahun depan. Oleh karena itu kami mencari pendanaan lain. Sudah kami peroleh dari 10 bank sebesar US$ 300 juta," ungkap Corporate Secretary Adaro selaku induk usaha Sapta Indra, Andre Mamuaya.
Demikian disampaikan disela penawaran perdana saham Adaro di lapangan parkir Semanggi Expo, SCBD, Jakarta, Selasa (8/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IPO Sapta Indra kami tunda, karena kami memprioritaskan IPO Adaro terlebih dahulu. Jadi IPO Sapta Indra kami tunda hingga tahun depan," ujar Andre.
Andre mengungkapkan target perolehan dana IPO Sapta Indra masih sama seperti rencana semula. Begitu juga dengan jumlah saham yang akan dilepas.
Tadinya, dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, modal investasi dan agenda refinancing utang-utang perseroan pada tahun ini. Namun karena tertunda, maka Sapta Indra mencari pendanaan eksternal.
"Pinjaman bank sudah kami peroleh sebesar US$ 300 juta dari 10 bank terdiri dari 7 bank asing dan 3 bank lokal," ujar Andre.
Bank lokal terdiri dari Mandiri, Bukopin dan Bank Ekspor Indonesia. Bank asing terdiri dari SMBC, DBS, Bank of Tokyo, ANZ, Standard Chartered dan Calion.
"Dari pinjaman sebesar US$ 300 juta tersebut, sekitar US$ 200 juta untuk refinancing, US$ 80 juta tambahan capex dan US$ 20 juta modal kerja," ulas Andre.
Saat ini total outstanding debt Sapta Indra sebesar US$ 230 juta terdiri dari pinjaman bank US$ 200 juta dan US$ 30 juta pinjaman berbentuk leasing alat-alat berat. Pinjaman bank sebesar US$ 200 juta itulah yang akan direfinancing dengan pinjaman 10 bank di atas.
"Jadi setelah refinancing, outstanding debt Sapta Indra akan sebesar US$ 330 juta," urai Andre.
(dro/ir)











































