"Saat ini kita sedang beauty contest untuk lead underwriter," kata Komisaris Utama Wahanaartha Harsaka, Boy Garibaldi Thohir, disela penawaran saham Adaro di lapangan parkir Semanggi Expo, SCBD, Jakarta, Selasa (8/7/2008).
Boy membeberkan tiga penjamin emisi tersebut adalah PT Danatama Makmur, PT Indopremier Securitites dan PT Trimegah Securities Tbk (TRIM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahanaartha menargetkan paling lambat lead underwriter sudah ditunjuk pada Agustus mendatang. Sebab IPO rencananya akan dilanjutkan pada September 2008.
"Itu sedang kami pikirkan mudah-mudahan Agustus sudah dapat ditentukan," katanya.
Wahanaartha sempat menunda IPO dua kali. Semula pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan 31 Januari 2008 namun batal akibat persoalan administrasi dan tidak menentunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusul pelambatan ekonomi global.
Kemudian yang kedua, pada April 2008 Wahanaartha menunda IPO lantaran penjamin emisinya yaitu Nusantara Investindo dan BNI Securities terkena sanksi suspensi oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
"Kami akan menggunakan laporan keuangan triwulan II dan proyeksi kinerja tahun 2009. Kami usahakan secepatnya, mudah-mudahan tidak melebihi akhir tahun ini," ungkap Boy.
Sebelumnya, melalui rencana IPO bulan April 2008 ini, perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 156,35 miliar.
Dari perolehan dana tersebut, rencananya sebesar Rp 120 miliar akan digunakan untuk ekspansi perseroan, yaitu menyuntikkan dana di ketiga anak usahanya, masuk ke penjualan motor second, dan membuka sekitar 70 kantor cabang baru seperti di Aceh dan Riau.
"Komposisi saham yang akan dilepas September nanti kelihatannya tidak berubah, begitu juga dengan penggunaannya. Kalau harga dan target perolehan dana mungkin akan berubah," jelas Boy.
(dro/ir)











































