Pasar Saham Waktunya Bangkit

Pasar Saham Waktunya Bangkit

- detikFinance
Rabu, 09 Jul 2008 08:24 WIB
Pasar Saham Waktunya Bangkit
Jakarta - Pasar saham dalam negeri sudah saatnya bangkit setelah dalam dua hari terakhir mengalami tekanan karena terseret pelemahan bursa regional. Turunnya harga minyak bisa memberikan angin segar di lantai bursa.

Peluang rebound (naik) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (9/8/2008) terbuka menyusul telah positifnya bursa kawasan pagi ini.

Rebound saham di bursa Asia pagi ini mengikuti kenaikan saham di Wall Street yang pada penutupan Selasa waktu AS (8/7/2008) menguat signifikan karena turunnya harga minyak ke US$ 136 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones naik 152,25 poin (1,36%) menjadi 11.384,21, Nasdaq naik 51,12 poin (2,28%) dan S&P 500 naik 21,39 poin (1,71%) menjadi 1.273,70.

Saham-saham sektor energi, telekomunikasi dan perbankan masih jadi fokus perhatian pelaku pasar. Di tengah gejolak pasar global yang masih fluktuatif, investor harus cerdik melakukan investasinya.   
       
Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (8/7/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 24,845 poin (1,08%) menjadi 2.278,973.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks melemah 24 poin keposisi 2.278 dipicu bursa regional serta sektor perkebunan akibat turunnya harga CPO menyusul turunya harga minyak kedelai. Sementara itu saham sektor perbankan khususnya BBCA dan BMRI justru menguat karena NIM membaik jika suku bunga naik. Indeks selanjutnya masih dalam tren pelemahan dikisaran 2.260-2.300 dengan support kuat 2.220. Saham pilihan: BBCA, BUMI, PTBA, SMCB dan PGAS.

eTrading Securities
 
Perdagangan bursa Indonesia kemarin kembali sepi dengan kembali mencatatkan penurunan likuiditas di pasar. Indeks ditutup melemah signifikan sekitar 1,07% di level 2278,97 meski tidak ditopang oleh turnover yang signifikan. Pelemahan indeks lebih disebabkan sentimen penurunan bursa regional dan US yang dipicu oleh kembali melemahnya sektor finansial di US.

Sementara kemarin, harga minyak dunia akhirnya terkoreksi signifikan, sekitar US$ 5 ke level US$136/barrel disebabkan oleh menguatnya nilai tukar US$ dan amannya pasokan minyak melalui Teluk Meksiko yang sebelumnya terancam oleh topan Herta. Turunnya harga minyak memberi sentimen positif bagi bursa US yang pada perdagangan semalam ditutup menguat sekitar 1,3% dengan ditambah sentimen positif dari statement gubernur The Fed yang mengembalikan keyakinan investor pada sektor finansial US dengan memperpanjang pemberian kredit untuk menambah modal bank investasi.

Terkait hal ini, bursa Asia yang kemarin rata-rata ditutup melemah 1-2%, pada perdagangan hari ini dibuka menguat signifikan memfaktorkan sentimen positif dari penurunan harga minyak dan penguatan bursa US. Bursa Indonesia akhirnya memiliki dasar sentimen positif untuk melakukan technical rebound pada hari ini, setelah koreksi yang terjadi selama 2 hari. Beberapa saham yang telah terkoreksi dalam diperkirakan akan rebound, seperti ENRG, PGAS, AALI dan INCO. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2275 - 2320.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads