"Ya jadwal listing kami diundur satu hari jadi 17 Juli 2008," ungkap Direktur Investment Banking PT Overseas Securities selaku penjamin emisi Mandarine, Rudy Tuahunse saat dihubungi detikFinance, Rabu (9/7/2008).
Tadinya jadwal listing Mandarine secara kebetulan berbarengan dengan jadwal listing PT Adaro Energy Tbk yaitu pada 16 Juli 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah mengatakan bahwa jadwal listing keduanya akan dipisahkan agar tidak menyebabkan salah satunya kehilangan momentum.
"Kami sudah mengajukan ke Bapepam agar jadwal listing dipisahkan agar salah satunya tidak kehilangan momentum perdananya. Apalagi perbedaan size IPO antara keduanya sangat jauh," ujar Erry.
Adaro rencananya akan mencatatkan saham sebanyak 11,139 miliar saham dengan harga Rp 1.100 per saham. Target perolehan dana IPO Adaro sebesar Rp 12,252 triliun.
Sementara Mandarine akan mencatatkan 300 juta saham di harga Rp 110 per saham dengan target perolehan dana sebesar Rp 33 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany menyetujui pemisahan jadwal keduanya.
"Itu bisa lah diatur," ujar Fuad.
Mengenai perubahan jadwal tersebut, Rudy yakin hal itu tidak akan mempengaruhi kinerja saham IPO emiten yang ditangani olehnya.
"Tidak ada pengaruhnya kok. Kan hanya perubahan jadwal saja," ujar Rudy.
(dro/ir)











































