Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.30 WIB, Rabu (9/8/2008) rupiah menguat 33 poin ke posisi 9.167 per dolar AS.
"Rupiah menguat karena terimbas turunnya harga minyak dunia sehingga investor menilai kebutuhan valas impor minyak juga akan turun," kata pengamat valas Toni Mariano ketika dihubungi detikFinance, Rabu (9/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai bank sentral, BI kerap memanfaatkan pelemahan atau penguatan rupiah untuk menjaga nilai tukar agar bergerak dalam kisaran yang wajar," katanya.
Jika harga minyak kembali turun, bukan tidak mungkin kata Toni, rupiah berpotensi menguat lagi. "Rupiah bisa ke 9.130-9.150 jika tren penguatan ini berlanjut," ujarnya.
Sementara mata uang kawasan lainnya kebanyakan ditutup menguat terhadap dolar AS seperti yen Jepang menguat 0,13%, won Korea menguat 2,76%, dolar Singapura menguat 0,03%, peso Filipina menguat 0,18%, dan bath Thailand menguat 0,12%.
(ir/qom)











































