"Sepertinya obligasi kita tunda dulu," kata Presiden Direktur WOM Finance Suwandi Wiratno, di Jakarta, Rabu (9/7/2008).
Menurutnya, kondisi pasar yang sedang kurang kondusif menjadi alasan penundaan tersebut. Saat ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dengan kecenderungan menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi seperti ini tidak cocok untuk penerbitan obligasi karena suku bunganya akan tinggi," ujarnya.
Semula WOM Finance berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun pada semester I/2008, sebagaimana telah disetujui pemegang saham dalam RUPS April lalu.
Rencananya obligasi tersebut akan diterbitkan dalam jangka waktu 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan dan 54 bulan. Opsinya dilakukan dalam bentuk konvensional atau syariah.
Suwandi mengatakan, dengan tertundanya obligasi saat ini perseroan sedang menjajaki pinjaman bank guna memenuhi kebutuhan pembiayaan tahun ini sebesar Rp 5,5 triliun. Dari total pembiayaan tersebut akan disalurkan sebanyak 525.000 sepeda motor dengan rincian 75% sepeda motor baru dan 25% motor bekas.
Sementara dari total pembiayaan Rp 5,5 triliun tersebut, sekitar Rp 4,1 triliun (75%) akan diperoleh dari pinjaman Bank International Indonesia (BII) sebagai induk usaha perseroan, sedangkan sisanya Rp 1,4 triliun (25%) diperoleh dari kombinasi pinjaman bank dan kas internal.
Suwandi mengatakan, saat ini perseroan masih memiliki fasilitas platform kredit senilai Rp1 triliun dari sejumlah bank antara lain Bank Mandiri, Bank Panin dan Bank Mega. (dro/ir)











































