Pasar Saham Bisa Merah Lagi

Pasar Saham Bisa Merah Lagi

- detikFinance
Kamis, 10 Jul 2008 08:15 WIB
Pasar Saham Bisa Merah Lagi
Jakarta - Pasar saham dalam negeri belum bebas tekanan karena fluktuasi di pasar global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kembali negatif jika tidak ada pembelian selektif.

Pada perdagangan saham Kamis (10/7/2008) IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan negatif karena akan mengikuti bursa kawasan.

Bursa regional Kamis pagi ini dibuka melemah menyusul turunnya saham-saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu AS (9/7/2008) karena prediksi jeleknya pencapaian kinerja emiten di semester I-2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones terjungkal hingga 236,77 poin (2,08%) menjadi 11.147,44, Nasdaq turun 59,55 poin (2,6%) menjadi 2.234,89 dan S&P 500 turun 29,02 poin (2,28%) menjadi 1.244,68.

Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (9/7/2008) IHSG menguat 7,053 poin (0,31%) menjadi 2.286,026

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks akhirnya menguat tipis 7 poin kelevel 2.286 walaupun diwarnai tekanan jual sektor pertambangan, energi dan perkebunan. Switching sektoral tampaknya sedang terjadi dimana sektor perbankan, semen dan properti mulai rebound. Investor bisa mencermati saham disektor tersebut yang undervalued dan berfundamental bagus. Selanjutnya ancaman harga minyak perlu dicermati kembali setelah sempat turun. Indeks diperkirakan bergerak mixed dikisaran 2.270-2.300 dengan pilihan saham: SMCB, SMGR, UNTR, BBCA dan BBRI.

eTrading Securities

Perdagangan diregional kembali terancam dari resesi sektor financial. Krisis subprime morgage membuat investor kawatir terhadap kesehatan keuangan perusahaan finance dan adanya kemungkinan perusahaan financial menambah penerbitan saham untuk mencari dana segar. Dow kembali tertekan 2% menjadi 11.147,44.

DI regional Asia Nikkei di buka -1% dan singapore -1.1%. Investor tidak yakin penurunan minyak dua hari terakhir akan berlanjut. Harga ICO (international Crude Oil) turun $1 menjadi $135/b. Meskipun harga minyak telah turun tajam dari recordnya $147/b, menjadi $135/b saat ini, namun
angka ini masih termasuk tinggi dan mampu menciptakan hyperinflation.

Index jakarta di perkirakan akan mengikuti pergerakan index regional dan, tekanan negatif akan kembali menekan counter banking, and property. Saran untuk perdagangan hari ini, adalah fokus pada sektor plantation (AALI, LSIP, SGRO dan UNSP) dan batu-bara (BUMI, PTBA dan ITMG) yang juga termasuk sebagai sektor defensive. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2255 - 2300.
   (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads