Berdasarkan hasil penjatahan yang telah dilakukan, saham perdana ADRO dialokasikan sebesar 74,77% kepada investor asing, sedangkan sisanya hingga sebesar 25,23% dialokasikan untuk investor domestik.
Investor institusi keuangan dan non-keuangan domestik seperti reksa dana, aset manajemen, asuransi, yayasan, dana pensiun dan lainnya secara keseluruhan memperoleh alokasi hingga sebesar 84,11% dari keseluruhan alokasi untuk investor domestik, sedangkan sisanya sebesar 15,89% dialokasikan untuk investor ritel domestik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat hasil penawaran umum perdana saham ADRO serta ditambah dengan adanya faktor industri batubara yang sangat baik belakangan ini, kami optimistis harga saham ini akan sangat menarik pada saat diperdagangkan di pasar sekunder nantinya di Bursa Efek Indonesia," kata Houston Jusuf dalam siaran pers, Senin (14/7/2008).
Pencatatan saham Adaro Energy sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia dengan kode efek ADRO akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2008.
Adaro Energy merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara terintegrasi di Indonesia. Perseroan terdiri dari unit usaha strategis bidang pertambangan dan perdagangan batubara, jasakontraktor penambangan, infrastruktur dan logistik batubara.
Unit usaha strategis Adaro Energy adalah PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal yang mengelola pelabuhan, perusahaan perdagangan batu bara Coal Trade Services International Pte Ltd, kontraktor penambangan batubara PT Sapta Indra Sejati dan pembangkit tenaga listrik PT Makmur Sejahtera Wisesa.
Adaro Energy melalui anak perusahaannya Adaro Indonesia, merupakan produsen batubara tambang tunggal terbesar di Asia Pasifik dengan jenis pertambangan terbuka (open-cut mining) di area konsesi yang terletak di Kalimantan Selatan, dimana unit usaha pertambangan batubara perseroan memegang hak penambangan batubara hingga tahun 2022.
Saat ini cadangan batubara milik Adaro Energy melalui anak perusahaannya mencapai 928 juta ton dengan sumber daya yang diperkirakan mencapai 2.803 juta ton. Total luas pertambangan Adaro Energy seluas 34.940 hektare. Perseroan berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi batubara Adaro Energy yang saat ini mencapai 40 juta ton per tahun, hingga mencapai 80 juta ton per tahun, dalam waktu 5 tahun mendatang. (ir/ir)











































