Anak Usaha ELTY Jajaki Pinjaman BTN

Anak Usaha ELTY Jajaki Pinjaman BTN

- detikFinance
Senin, 14 Jul 2008 12:08 WIB
Jakarta - PT Bakrie Swasakti Utama (BSU), anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sedang mengajukan pinjaman (construction loan) ke BTN terkait pendanaan proyek rusunami Sentra Timur Residence.

"Kami sedang mengajukan construction loan ke BTN sebesar Rp 130 miliar untuk pendanaan penggarapan proyek Sentra Timur Residence tahap I," ujar Direktur BSU, Wawan Dwi Guratno saat dihubungi detikFinance, Senin (14/7/2008).

Proyek Sentra Timur Residence (STR) merupakan salah satu proyek terdepan ELTY. Dalam proyek tersebut, ELTY ditunjuk oleh Perumnas untuk ikut menggarap proyek Kota Baru Pulo Gebang, yang merupakan bagian dari proyek 1000 tower yang dicanangkan pemerintah. Kontraknya untuk penggarapan lahan seluas 40 hektar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk tahap awal, ELTY akan menggarap lahan seluas 8 hektar. STR merupakan bagian dari garapan tahap awal tersebut. STR digarap diatas lahan seluas 2,8 hektar. Pengerjaannya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama telah memasuki tahap groudbreaking beberapa waktu lalu.

"Biasanya penggarapan rampung dalam 18 bulan, sekitar 2010. Tahap dua masuk groundbreaking sekitar awal 2009, rampung sekitar 2011," ujar Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib.

Nilai investasi STR tahap satu diperkirakan sebesar Rp 280 miliar. Pendanaannya kas internal sekitar Rp 70 miliar, pendapatan pra penjualan sekitar Rp 100 miliar dan construction loan dari BTN sekitar Rp 130 miliar.

"Baru kami ajukan, belum tahu akan dapat berapa dari BTN," ujar Wawan.

Nilai investasi STR tahap dua diperkirakan berkisar sama sebesar Rp 280 miliar. Komposisi pendanaannya juga sama dengan pendanaan STR tahap satu.

"Mungkin hanya construction loan-nya yang berubah, jika tidak diperoleh dari BTN," ujar Wawan.

STR terdiri dari 11 tower rusunami dengan kapasitas 4.500 unit. STR tahap satu menggarap 6 tower, sedangkan tahap dua sebanyak 5 tower.

Ke depannya, ELTY akan menggarap berbagai fasilitas lainnya, antara lain kantor, ruko dan residensial. "Berdasarkan kontrak kerjasama, luas lahan yang bisa digarap kan sekitar 40 hektar. Jadi masih ada sekitar 37,2 hektar lagi untuk digarap ke depan," ujar Wawan.


(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads