Perdagangan saham di Wall Street sangat volatil karena pelaku pasar masih berkonsentrasi terhadap nasib IndyMac, bank yang berbasis di California yang sedang kolaps serta kejatuhan dua saham perusahaan pembiayaan terbesar di AS, Fannie Mae and Freddie Mac.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (15/7/2008) indeks Dow Jones turun 92,65 poin (0,84%) menjadi 10.962,54. Penurunan Dow Jones di bawah level 11.000 merupakan yang pertama kalinya dalam dua tahun belakangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejatuhan saham di Wall Street makin memperparah sektor keuangan di AS," kata Frederic Dickson, chief market strategist di DA Davidson seperti dilansir dari AFP, Rabu (16/7/2008).
Ambruknya saham di Wall Street diprediksi bisa menular ke bursa regional termasuk IHSG. Pada perdagangan saham Rabu (16/7/2008) IHSG harus berjuang keras melawan sentimen negatif eksternal.
Meski akan ada listing saham PT Adaro Energy Tbk, dengan kapitalisasi pasar yang cukup besar, IHSG masih harus waspada terhadap aksi jual saham karena faktor global.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (15/7/2008), IHSG anjlok 44,688 poin (1,98%) menjadi 2.214,852 karena terseret penurunan bursa kawasan.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Turunnya bursa Hangseng hampir 4% menyebabkan indeks turun tajam menembus support kuat di 2.220 keposisi 2.214. Sentimen keputusan ANTM atas Herald menyebabkan BUMI naik 3.7% sehingga meng-offset penurunan indeks lebih dalam. Indeks selanjutnya fokus pada IPO ADRO yang diharapkan bisa membawa rebound dikisaran 2.190-2.240 dengan pilihan saham: ADRO, BUMI, PTBA, UNTR, dan UNSP.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin kembali berada dalam teritori negatif, seiring sentimen negatif dari bursa US dan regional yang melemah. Indeks ditutup melemah signifikan 1,97% di level 2214,8 dengan katalis pelemahan pada saham-saham blue chip seperti TLKM, ANTM, INCO, ASII dan AALI.
Pelaku pasar masih khawatir akan sentimen negatif harga minyak yang melambung dan potensi perlambatan ekonomi global akibat krisis finansial yang terjadi di US. Sementara itu, semalam bursa US kembali mengalami tekanan jual setelah Gubernur The Fed mengatakan bahwa US sedang menghadapi beberapa krisis di sektor finansial, ditambah dengan bantahan dari pemerintah yang tidak akan membantu setoran modal kedua mortgage lender terbesar Freddie Mac dan Fannie Mae. Namun sentimen positif berhembus dari terkoreksinya harga minyak dunia ke level US$138,7/barrel.
Terkait hal ini, beberapa bursa Asia dibuka mixed dengan sentimen positif pada penurunan harga minyak dunia. Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini memiliki peluang yang sangat kuat untuk rebound, seiring koreksi yang terjadi kemarin. Sentimen positif dari terkoreksinya harga minyak dan IPO Adaro Energy diperkirakan akan mampu mengangkat indeks ke teritori positif. Beberapa saham yang telah terkoreksi cukup dalam, seperti TLKM, ASII, AALI, PGAS dan BUMI diperkirakan akan rebound pada perdagangan hari ini. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2216 - 2251.
  (ir/ir)











































