Bursa Wall Street sedang mengalami penurunan terendah dalam 2 tahun terakhir karena buruknya kinerja perbankan dan perusahaan di AS seperti kolaps-nya IndyMac, bank yang berbasis di California dan jatuhnya dua saham perusahaan pembiayaan terbesar di AS, Fannie Mae and Freddie Mac.
Bursa regional juga tidak terlepas dari sentimen buruk pasar global termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada penutupan Selasa kemarin (15/7/2008) anjlok 44,688 poin (1,98%) menjadi 2.214,852
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Adaro yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sebesar 31.985.962.000 saham, terdiri dari saham pendiri 20.846.631.000 dan saham penawaran umum 11.139.331.000 saham.
Saham Adaro dicatatkan di papan utama dengan kode ADRO. Harga saham IPO yang ditawarkan Rp 1.100 per saham.
Produksi batubara Adaro yang sebesar 40 juta ton, membuatnya berada di urutan kedua setelah Bumi Resources yang produksinya sekitar 60 juta ton.
Selain bursa global yang sedang memble, masalah hukum dari pemegang saham lama juga terus membayangi walaupun Bapepam LK sudah menyatakan itu masalah antar pemegang saham lama Beckkett dan Dianlia.
Bisakah saham Adaro melawan rentetan sentimen negatif di pasar global? Hanya pasar yang menentukannya.
(ir/ir)











































