Saham Adaro Melonjak 53%

Listing Perdana

Saham Adaro Melonjak 53%

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2008 09:35 WIB
Saham Adaro Melonjak 53%
Jakarta - Saham PT Adaro Energy Tbk langsung melejit 53,64% dalam pencatatan perdananya di Bursa Efek Indonesia. Saham Adaro bisa melawan suramnya pasar global.

Pada perdagangan saham pukul 09.30 JATS, Rabu (16/7/2008) saham dengan kode ADRO itu naik Rp 590 (53,64%) menjadi Rp 1.690.

Saham Adaro yang akan dicatatkan di BEI sebanyak 31.985.962.000 saham, terdiri dari saham pendiri 20.846.631.000 dan saham hasil penawaran umum (IPO) 11.139.331.000 saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham Adaro dicatatkan di papan utama dengan kode ADRO. Harga saham IPO yang ditawarkan Rp 1.100 per saham dan nilai nominal Rp 100.

Saham Adaro setelah IPO dimiliki oleh PT Saratoga Investama Sedaya 14,93%, PT Triputra Investindo Arya 13,34%, PT Persada Capital Investama 11,01%, Garibaldi Thohir 7,8%, PT Trinugraha Thohir 7,8%, Edwin Soeryadjaya 4,3%, T Permadi Rachmat 2,27%, Sandiaga Salahuddin Uno 2,07%, Subianto 1,3%, PT Saratoga Sentra Business 0,25% dan masyarakat 34,83%.

Mayoritas pemasukan dana dari penjualan saham Adaro Energy akan digunakan untuk membeli kepemilikan secara tidak langsung atas 33% saham PT Adaro Indonesia (Adaro), sebesar 33% saham PT Indonesia Bulk Terminal (IBT) dan 36% saham Coaltrade Services International Pte Ltd (Coaltrade) dari para pemegang saham asing. Ketiga perusahaan tersebut merupakan bagian dari unit-unit usaha strategis Perseroan.

Selain untuk mengakuisisi kepemilikan efektif pemegang saham asing di Adaro yakni IBT dan Coaltrade, sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar kewajiban utang anak perusahaan perseroan, untuk biaya ekspansi anak perusahaan dan konsolidasi secara lebih menyeluruh unit usaha strategis perusahaan lainnya.

Adaro merupakan emiten saham ke-14 di BEI tahun 2008. Sebelumnya, sudah ada 13 emiten saham baru yang listing yaitu PT Bank Ekonomi Raharja Tbk, PT Bekasi Asri Pemula Tbk, PT Triwira Insanlestari Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Yanaprima Hastapersada, PT BTPN Tbk dan PT Kokoh Inti Arebama, PT Gozco Plantation Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Verena Oto Finance Tbk (VRNA), PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) dan PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI). (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads