KS Seleksi Penjamin Emisi

KS Seleksi Penjamin Emisi

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2008 15:21 WIB
KS Seleksi Penjamin Emisi
Jakarta - Persiapan Initial Public Offering (IPO) PT Krakatau Steel terus berjalan. BUMN baja itu kini sedang memilih-milih penjamin emisi atau underwriter untuk pelaksanaan IPO-nya.

Hal tersebut diungkapkan Dirut KS Fazwar Bujang disela-sela penandatanganan MoU dengan PTPN VII di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/7/2008).

"Prosesnya sudah jalan, ada yang berminat. Underwriter kan pada umumnya BUMN, itu yang sudah biasa. Mereka kan selama ini menunjukkan kemampuannya," ujar Fazwar saat ditanya apakah sudah ada underwriter yang berminat menangani IPO.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berarti Danareksa, Bahana dan Mandiri? "Bukan, tapi mereka kan yang selama ini menunjukkan kemampuannya," kata Fazwar seraya menambahkan bahwa keputusannya tergantung dari proses akhir.

Mengenai berapa dana yang diharapkan bisa dihimpun dari IPO, Fazwar mengaku nantinya tergantung perhitungan dari underwriter.

"Kita lihat hitungan underwriter nanti. Tapi jangan dilihat persentasenya, tapi dari nilai uangnya dong," pungkasnya.

Namun KS mengharapkan bisa meraup dana hingga Rp 4-5 triliun, namun porsi saham yang dilepas tidak terlalu besar.

"Kalau gede, sahamnya rugi. Setinggi mungkin nilai saham kita, tapi persentasenya serendah mungkin," katanya.

KS berharap baik investor asing maupun lokal mendapat porsi saham KS. Berdasarkan hasil penjajakan KS, porsi investor lokal dan asing sama banyaknya terhadap mereka.

"Itu underwriter-nya  nanti yang atur. Bagi kami yang penting, saham harus liquid. Jangan bilang asing berapa,
yang penting likuid, karena kalau nggak nanti gampang jatuh," imbuhnya.

Selanjutnya KS berharap bisa segera mendapatkan izin dari DPR besok, mengingat DPR akan segera memasuki reses.

"Memang Komisi 11 mau reses, makanya mudah-mudahan besok selesai. Harapan saya secepatnya," katanya.

Setelah izin DPR dikantongi, dan underwriter terpilih, maka IPO diharapkan bisa dilakukan pada Oktober mendatang.

"Kalau bisa jangan triwulan II, karena triwulan tiga itu kan September, mana bisa. Oktober lah, paling," ujar Fazwar.

(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads