"Hari ini kami baru saja menandatangani pinjaman dari 5 bank. Nilainya sebesar US$ 95 juta," ujar Direktur Utama ELSA, Eteng A Salam saat dihubungi detikFinance, Rabu (16/7/2008).
Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing), modal kerja dan pendanaan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Refinancing yang akan dilakukan perseroan ke pinjaman BCA sebesar US$ 42,5 juta, sedangkan untuk modal kerja US$ 7,5 juta. Sisanya untuk pembelian alat-alat baru yang merupakan bagian dari anggaran capex tahun ini.
"Capex kami tahun ini sebesar US$ 130 juta. Pendanaannya dari pinjaman BCA US$ 50 juta yang telah di-refinancing dengan pinjaman baru, kemudian ada Danamon Syariah US$ 24,5 juta dan Natixis Perancis US$ 15 juta," ulas Eteng.
Sisa pendanaan capex yang sebesar US$ 40,5 juta menggunakan kas internal perseroan dan dana IPO. Ketika mencatatkan sahamnya (listing) awal tahun 2008, ELSA memperoleh Rp 584 miliar.
"Sekitar 53% dana IPO akan digunakan untuk capex," ujar Eteng.
Mengacu pada jumlah tersebut, berarti penggunaan dana IPO untuk capex akan sebesar Rp 309,52 miliar atau setara dengan US$ 33,643 juta (kurs Rp 9.200/US$).
Sementara mengenai alat-alat yang akan dibeli perseroan tahun ini, terdiri dari 2 unit snubbing rig, 1 unit working barge, 2 unit well testing barge, refurbishment 3 rig darat, serta pembelian peralatan surface dan downhole testing.
(dro/ir)











































