"Kami tertarik masuk dalam sektor ini," kata Head of Public Relations ASII, Yulian Warman di sela-sela acara kunjungan PT Astra Honda Motor di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (16/4).
Yulian mengatakan langkah tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi perseroan di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya, kami telah berupaya untuk mencoba mengembangkan power plant tersebut di daerah Sumatera Selatan. Akan tetapi, proyek tersebut tidak memperoleh dukungan dari pemerintah. Namun ke depan kami masih tertarik mengembangkan sektor ini," ujar Warman.
Sayangnya, ia masih enggan membeberkan nilai investasi yang disiapkan perseroan untuk masuk ke sektor barunya tersebut.
Sementara itu, Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Yudi Yozardi, mengungkapkan pihaknya juga mendukung rencana induk perusahaan tersebut. Langkah itu dinyatakan dengan penyelesaian proyek pembangkit energi bertenaga gas untuk mendukung proses pencairan bahan baku aluminium. Proyek tersebut juga merupakan bentuk dukungan terhadap program konversi energi pemerintah dari energi konvensional ke energi alternatif.
"Kedepan, kami berencana mengembangkan pembangkit listrik bertenaga angin dan matahari (solar cell) untuk memenuhi keperluan energi pabrik kami. Saat ini, kami baru dalam tahap melakukan feasibility study terhadap rencana tersebut,"
paparnya.
(dro/qom)











































