"Proses negosiasi masih berjalan. Kami harapkan rampung bulan ini," ungkap Direktur Utama ELSA, Eteng A Salam saat dihubungi detikFinance, Jumat (18/7/2008).
Eteng masih enggan membeberkan nilai kontrak kerjasama tersebut dengan alasan masih dalam tahap negosiasi. Namun sumber detikFinance di dalam perseroan mengungkapkan bahwa nilai kontrak tersebut sebesar US$ 7 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengungkapkan bahwa pengeboran geothermal yang dimaksud berlokasi di Kamojang, Jawa Barat. Rencananya pengeboran akan dilakukan selama masa berlaku kontrak yaitu 4 bulan, terhitung mulai Agustus 2008.
Jika kontrak tersebut diperoleh ELSA, maka akan menambah jumlah kontrak yang telah didapat perseroan hingga akhir triwulan dua lalu. Sepanjang paruh pertama tahun 2008 lalu, ELSA telah meneken kontrak senilai US$ 259 juta.
Kontrak-kontrak yang telah diperoleh ELSA antara lain dari VICO US$ 42 juta, West Berau US$ 27 juta, Petrochina US$ 20 juta, Chevron US$ 18 juta, Total Indonesie US$ 11 juta, dan sebagainya.
Dengan tambahan kontrak dari PGE, total nilai kontrak ELSA tahun ini akan menjadi US$ 268 juta. Nilai kontrak tersebut sudah jauh melampaui target nilai kontrak perseroan tahun ini. Pada awal tahun 2008, ELSA menargetkan perolehan kontrak sebesar US$ 166 juta.
"Selain dengan PGE, masih ada beberapa kontrak lain yang sedang dalam proses negosiasi. Sepertinya semua bisa diteken tahun ini," ungkapnya. (dro/ir)











































