"Investor disini lebih banyak ritel ketimbang institusi. Mereka kebanyakan dari kelas pedagang," ujar Sales Equity PT Sarijaya Securities, Johnny Ferdinand, usai peresmian PIPM Padang, di hotelΒ Bumiminang, Padang, Sumatera Barat, Kamis Malam (17/7/2008).
Sarijaya merupakan satu dari empat perusahaan efek yang telah mengoperasikan kantor cabangnya di Padang. Sarijaya mulai beroperasi di kota ini terhitung sejak Maret 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Sarijaya, perusahaan efek lainnya yang membuka cabangnya di Padang adalah PT Asjaya Indosurya Securities, PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) dan PT Valbury Asia Securities.
"Rata-rata jumlah nasabah per 1 broker di Padang sekitar 100 investor. Jadi total jumlah investor disini sekitar 400-an orang," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Erry Firmansyah.
Menurut Erry rata-rata nilai transaksi harian satu perusahaan efek berkisar Rp 1-2 miliar. Jadi total nilai transaksi harian di Padang sekitar Rp 4-8 miliar.
Menanggapi diresmikannya PIPM di Padang, Johnny mengharapkan akan dapat meningkatkan jumlah calon investor yang tertarik masuk ke pasar modal. Ia juga mengatakan menambah jumlah investor bukan suatu hal yang menjadi fokus utamanya saat ini.
"Saat ini kami masih fokus memberikan pemahaman pada masyarakat disini agar tertarik pasar modal. Baru setelah itu kami masuk ke tahap selanjutnya seperti pengembangan infrastruktur, jumlah investor dan sebagainya," ulas Johnny.
(dro/ir)











































