IHSG Masih Terburuk di 2008

Sesi Siang

IHSG Masih Terburuk di 2008

- detikFinance
Jumat, 18 Jul 2008 11:46 WIB
IHSG Masih Terburuk di 2008
Jakarta - Jatuhnya saham-saham batubara dan perkebunan kembali memperburuk posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2008. Saham komoditas rontok karena turunnya harga komoditas batubara , sawit dan minyak dunia.

Selain turunnya harga, pelemahan saham batubara seperti Bumi, Adaro, PTBA karena investor mengantisipasi kebijakan DMO batubara yang mewajibkan produsen mengutamakan pasar dalam negeri.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (18/7/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 15,047 poin (0,69%) menjadi 2.152,666.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 11.30 WIB, rupiah melemah 3 poin ke posisi 9.148 per dolar AS. Rupiah terseret sentimen negatif di pasar saham yang sedang dilanda aksi jual yang cukup tinggi.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 32.986 kali, dengan volume 1,388 miliar unit saham, senilai Rp 2,039 triliun. Sebanyak 71 saham naik, 93 saham turun dan 50 saham stagnan.

Bursa kawasan yang turun pada sesi siang adalah Seoul turun 0,86%, KOSPI turun 0,93%, STI Singapura turun 1,05%, Taiwan turun 1,54%. Sedangkan bursa saham Hang Seng naik 0,26%, dan Shanghai naik 0,28%. Saham-saham di bursa kawasan yang turun juga akibat merosotnya saham komoditas baik energi maupun perkebunan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 300 menjadi Rp 6.050, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 275 menjadi Rp 2.500, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 2.150 menjadi Rp 21.750, Timah (TINS) turun Rp 3.100 menjadi Rp 30.650 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 700 menjadi Rp 12.950, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun Rp 50 menjadi Rp 1.650.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 800 menjadi Rp 20.700, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 400 menjadi Rp 5.750.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads