"Rachmat Gobel dan grup Bakrie kan berencana mengadakan voluntary tender offer atas Indosat, perusahaan yang rencananya akan ditender offer oleh Qtel. Hal ini masih kami bicarakan. Sebab, kami masih membicarakan peraturan mengenai hal ini," jelas Kabiro Penilaian Perusahaan Sektor Riil Bapepam, Nurhaida dalam dialog dengan Media di Hotel Bumiminang, Padang, Sumatera Barat, Jumat (18/7/2008).
Hingga saat ini Bapepam belum dapat memberikan pernyataan efektif tender offer baik oleh Qtel, Rachmat Gobel maupun grup Bakrie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nurhaida, belum dikeluarkannya pernyataan efektif tersebut karena Bapepam harus melakukan klarifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu dengan lembaga terkait.
"Masalah tender offer Qtel atas ISAT harus diklarifikasi dulu ke institusi lain yang juga mengatur tentang industri telekomunikasi di Indonesia. Dalam hal ini Depkominfo," ujar Nurhaida.
Tujuannya adalah agar nantinya tidak terjadi benturan peraturan setelah efektif dikeluarkan oleh Bapepam.
"Depkominfo memiliki beberapa peraturan yang khusus mengatur industri ini, sehingga kami harus melakukan konsolidasi terlebih dahulu," ujarnya.
Qtel telah mengumumkan rencana tender offer saham Indosat yang dimiliki publik setelah berhasil mengambilalih 40,8% saham Indosat dari STT. Karena terbentur aturan daftar negatif investasi untuk perusahaan telekomunikasi, Qtel hanya bisa menguasai 49% saham Indosat. Sehingga saham publik yang akan dibeli tinggal 8,2%.
Belakangan Qtel melakukan aliansi strategis dengan Rachmat Gobel namun tidak dijelaskan bentuknya seperti apa. Rachmat Gobel akan memberikan panduan ke Qtel atas investasinya di Indosat.
(dro/ir)











































