Investor banyak melepas saham batubara seperti Bumi, Adaro, PTBA karena mengantisipasi kebijakan DMO batubara yang mewajibkan produsen mengutamakan pasar dalam negeri.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (18/7/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 26,578 poin (1,23%) menjadi 2.141,135.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 4,962 poin (1,11%) menjadi 441,564 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 13,815 poin (3,78%) menjadi 351,753.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 60.809 kali, dengan volume 2,838 miliar unit saham, senilai Rp 4,427 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 120 saham turun dan 69 saham stagnan.
Bursa kawasan yang turun pada akhir pekan ini adalah Seoul turun 1,02%, KOSPI turun 1,04%, STI Singapura turun 0,19%, Taiwan turun 2,28%. Sedangkan bursa saham Hang Seng naik 0,64%, dan Shanghai naik 3,49%.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 450 menjadi Rp 5.900, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 325 menjadi Rp 2.450, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 2.600 menjadi Rp 21.300, Timah (TINS) turun Rp 3.150 menjadi Rp 30.600 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.350 menjadi Rp 12.300, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) turun Rp 60 menjadi Rp 1.640.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.000 menjadi Rp 20.900, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 350 menjadi Rp 5.700 dan Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 6.750. (ir/qom)











































