Pasar Saham Pantau Kinerja Bank

Pasar Saham Pantau Kinerja Bank

- detikFinance
Senin, 21 Jul 2008 08:05 WIB
Pasar Saham Pantau Kinerja Bank
Jakarta - Keluarnya laporan keuangan emiten perbankan semester I-2008 akan mulai diantisipasi pelaku pasar. Saham-saham perbankan kini jadi alternatif setelah saham-saham komoditas terus mengalami tekanan.

Pada perdagangan saham awal pekan Senin (21/7/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi belum bebas tekanan karena bursa regional juga hanya bergerak terbatas.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (18/7/2008) saham-saham di Wall Street hanya naik terbatas seperti Dow Jones naik 49,91 poin (0,44%) menjadi 11.496,57, Nasdaq turun 29,52 poin (1,28%) menjadi 2.282,78 dan S&P 500 naik 0,36 poin (0,04%) menjadi 1.260,68.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham komoditas dan energi pekan lalu mengalami pelemahan yang dalam karena turunnya harga minyak dunia dan sejumlah harga komoditas.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat kemarin (18/7/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 26,578 poin (1,23%) menjadi 2.141,135.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks kembali tertekan 26 poin keposisi 2.141 masih dipicu saham berbasis komoditas. Investor mengantisipasi penurunan harga minyak dengan melepas emiten di pertambangan padahal harga komoditas masih relatif tinggi dibanding tahun lalu. Minggu ini emiten dari sektor banking mulai rilis laporan keuangan sehingga perlu diantisipasi. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.120-2.160 dengan saham pilihan: ASII, BBRI, PGAS, BBCA, dan SMGR.

eTrading Securities

Bursa Indonesia selama pekan kemarin kembali mengalami kelesuan, terlihat dari rata-rata trading value yang masih relatif kecil, sekitar Rp3,9 triliun dengan volume perdagangan hanya 2,57 miliar lembar. Hal ini membuat indeks tidak mampu keluar dari teritori negatif, dan malahan terkoreksi sekitar 135 poin (6%) ke level 2.141,1. Kurangnya likuiditas di pasar, dan profit taking yang terjadi pada saham-saham mining dan CPO membawa indeks masih berada dalam trend koreksi.

Sementara, bursa US pada jumat kemarin, berhasil kembali rebound akibat sentimen positif kembali melemahnya harga minyak dunia yang sekarang berada di level US$ 130,1/barrel. sentimen positif juga berasal dari Citigroup yang mencatatkan better-than-expected loss sebesar US$2,5 miliar. Sementara, pagi ini mayoritas bursa Asia kembali dibuka positif, seiring sentimen dari bursa US dan terkoreksinya harga minyak dunia.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan mengalami rebound, setelah selama satu minggu berturut-turut mengalami koreksi yang cukup dalam. Saham-saham berfundamental kuat dari industri yang sedang booming seperti CPO dan batubara sudah berada pada level yang sangat murah dan layak dikoleksi. Namun penguatan indeks akan tetap bergantung pada likuiditas di pasar. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2.129 - 2.203.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads