CMNP Jajaki Penjualan CMS

CMNP Jajaki Penjualan CMS

- detikFinance
Senin, 21 Jul 2008 08:48 WIB
CMNP Jajaki Penjualan CMS
Jakarta - Operator jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sedang melakukan pengkajian secara mendalam kemungkinan menjual anak usahanya PT Citra Margatama Surabaya (CMS).

"Kita masih melihat dan mempelajari kemungkinannya dulu. Sampai saat ini CMNP belum punya niat untuk melepas CMS," kata Direktur Utama CMNP, Shadik Wahono saat dihubungi akhir pekan lalu di Jakarta.

PT Citra Margatama Surabaya (CMS) yang mengoperasikan jalan tol Waru-Juanda sepanjang 12,8 kilometer merupakan anak usaha operator jalan tol Cawang-Tanjung Priok PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shadik mengatakan sebelum melakukan aksi korporasi (termasuk menjual CMS), akan lebih baik memperdalam permasalahan lebih dahulu dengan studi yang komprehensif sehingga tidak menghasilkan kesimpulan
yang sepotong-sepotong (jumping conclusion).

"Sehingga diharapkan memberi solusi yang terbaik bagi perseroan,"ujarnya.

Mengenai kinerja CMS, saat ini boleh dibilang kurang profitable bagi perusahaan. Sebab target volume lalu lintas kendaraan yang melewati jalan tol tersebut hanya sebanyak 15 ribu kendaraan per hari, jauh di bawah target yang ditetapkan sebanyak 54 ribu kendaraan per hari.

Dampaknya, perolehan pendapatan bulanan CMS hanya mencapai Rp 2 miliar per bulan yang hampir seluruhnya terserap untuk membiayai kegiatan operasional. Sementara pada saat yang sama CMS, harus melakukan pembayaran bunga pinjaman bulanan sebesar Rp 10 miliar.

Menanggapi hal itu Shadik tidak membantahnya. Menurutnya perseroan sedang mengkaji untuk memperbaiki kinerja CMS, dan telah menunjuk konsultan untuk membuat kajian tersebut dan diharapkan selesai pada September 2008.

Tidak tercapainya target jumlah kendaraan harian yang melewati jalan tol Waru-Juanda, juga dipicu oleh belum dibangunnya jalan tol pendukung yang menghubungkan Waru-Mojokerto, Waru-Tanjung Perak dan Middle Eastern Ring Road.

Sebelumnya, Direktur Utama CMNP yang saat itu masih dijabat Daddy Hariadi, pernah menyatakan bahwa CMNP akan melepas sebagian kepemilikan sahamnya di CMS ke investor strategis.

Saham yang akan dilepas sekitar 20 persen, dan tidak menutup kemungkinan CMNP akan melepas setengah dari kepemilikan sahamnya di CMS. Kabarnya ada beberapa investor strategis yang tengah menjajaki kemungkinan untuk membeli saham CMS, diantaranya Saratoga, Grup Bakrie dan Bosowa.

Namun ketika dikonfirmasi bos Saratoga, Sandiaga Uno membantahnya. "Kami belum ditawarkan oleh CMNP kok, saat ini kami masih fokus untuk menangani jalan tol Cikampek-Palimanan," elaknya.

Sementara menurut analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih mengatakan, jika memang suatu unit usaha mengalami kerugian maka jalan yang terbaik adalah melakukan penjualan unit usaha tersebut, dalam hal ini CMS.

"Tentu manajemen harus melihat dulu, apakah kerugian dan buruknya kinerja di CMS masih bisa ditangani atau tidak. Jika tidak maka jalan yang terbaik adalah menjualnya agar tidak membebani induk usahanya," papar Alfatih.

Alfatih mengatakan opsi penjualannya bisa melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) atau bisa juga dengan melepas ke investor strategis.

"Namun jika kinerjanya buruk, tentu IPO cukup sulit. Kelihatannya menjual ke investor strategis lebih cocok," ujarnya.

Saat ini komposisi kepemilikan saham CMS terdiri dari 95% milik CMNP dan sisanya 5% milik PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Total asetnya mencapai Rp 1,4 triliun, total utang Rp 1 triliun dan total modal Rp 400 miliar.

Nilai investasi CMS mencapai Rp 1,25 triliun, dengan masa konsesi selama 35 tahun sejak 21 Mei 2005. Nilai investasinya 70% melalui pinjaman dan 30% kas internal. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads