Namun melonjaknya IHSG diyakini masih temporer karena kondisi pasar sedang labil. Pembelian selektif menjadi pilihan untuk kondisi pasar yang labil. Saham-saham batubara, perkebunan unjuk aksi.
Pada penutupan perdagangan saham Senin (21/7/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tajam 53,932 poin (2,52%) menjadi 2.195,067.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 51.055 kali, dengan volume 2,035 miliar unit saham, senilai Rp 3,447 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 56 saham turun dan 75 saham stagnan.   Â
Bursa kawasan yang mencatat kenaikan hari ini adalah Hang Seng naik 3,01%, Seoul naik 3,51%, KOSPI naik 3,7%, Shanghai naik 2,99%, STI Singapura naik 2,4% dan Taiwan naik 3,97%.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 400 menjadi Rp 6.300, Telkom (TLKM) naik Rp 350 menjadi Rp 7.100, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 250 menkadi Rp 5.950, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 800 menjadi Rp 22.100, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 500 menjadi Rp 12.000, Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp 80 menjadi Rp 1.340 dan PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 500 menjadi Rp 7.800 serta Adaro Energy (ADRO) naik Rp 40 menjadi Rp 1.680.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, United Tractors (UNTR) turun Rp 550 menjadi Rp 9.350, Astra Internasional (ASII) turun Rp 650 menjadi Rp 20.250 dan Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 5 menjadi Rp 470.
(ir/qom)











































