"Memang sedang kami kaji. Namun sebenarnya jika pemerintah daerah dan pemerintah provinsi tetap berencana meneruskan proyek ini, kami akan berpartisipasi," ujar Corporate Secretary ADHI, Kurnadi Gularso saat dihubungi detikFinance, Senin (21/7/2008).
Rencana tersebut disebabkan terhambatnya pengerjaan proyek senilai US$ 480 juta tersebut, padahal pengerjaan proyek ini sudah memasuki tahap pengerjaan pondasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara pendanaan pun proyek ini masih terhambat. Komposisinya kan sekitar US$ 144 juta ekuitas bersama, sisanya pinjaman bank. Dari yang US$ 144 juta saja masih belum dapat dihimpun," jelas Kurnadi.
Oleh karena itu ADHI berharap ada pihak-pihak yang mau mengambil alih proyek tersebut.
Saat ini ADHI memiliki saham di proyek monorail sekitar 30,01% baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung ADHI memiliki 18,68% di PT Jakarta Monorail. Sementara secara tidak langsung ADHI memiliki 24,67% saham di PT Indonesia Transit Central (ITC) yang menguasai 91,02% saham PT Jakarta Monorail.
ADHI berencana melepas 24,67% sahamnya dari ITC ke investor yang berminat masuk ke proyek ini. (dro/ir)











































