Saham Komoditas Pacu IHSG

Saham Komoditas Pacu IHSG

- detikFinance
Selasa, 22 Jul 2008 08:07 WIB
Saham Komoditas Pacu IHSG
Jakarta - Saham-saham berbasis komoditas tetap akan menjadi motor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski peluang rebound lanjutan terbuka, IHSG tetap belum bebas melaju.

Pada perdagangan saham Selasa (22/7/2008) IHSG diprediksi akan bergerak variatif dengan kecenderungan positif. Saham-saham batubara dan perkebunan masih akan memacu pergerakan IHSG.

Namun pasar global yang labil akan menjadi penghambat kenaikan IHSG secara terus menerus. Sementara bursa saham di Wall Steet membuka awal pekan dengan negatif karena investor sedang konsolidasi menunggu hasil laporan keuangan semester I.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan saham Senin waktu AS (21/7/2008), indeks Dow Jones turun 29,23 poin (0,25%) menjadi 11.467,34, Nasdaq turun 3,25 poin (0,14%) menjadi 2.279,53 dan S&P 500 turun 0,68 poin (0,05%) menjadi 1.260.

Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (21/7/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tajam 53,932 poin (2,52%) menjadi 2.195,067.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks mengalami teknikal rebound 53 poin keposisi 2.195 mendekati level support kuat di 2.220 setelah tertekan profit taking saham disektor komoditas. Indeks berpeluang menutup gap down sebesar 20 poin menembus level 2.200. Indeks selanjutnya diperkirakan bergerak dikisaran 2.170-2.220 dengan pilihan saham: BUMI, UNSP, PTBA, BBCA dan SMCB.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil rebound dan menguat signifikan, setelah selama pekan kemarin mengalami tekanan jual yang cukup kuat. Indeks kemarin ditutup menguat 2,5% di level 2195,06 dengan sektor batubara dan CPO menjadi penyumbang kenaikan terbesar. Investor terlihat mulai mengkoleksi saham-saham berfundamental kuat dengan valuasi yang sudah sangat murah.

Sementara semalam, indeks Dow Jones terkoreksi 0,25% terkait aksi profit taking yang dilakukan oleh investor, setelah selama 3 hari kemarin, bursa US menguat signifikan. Bursa US juga tertekan sentimen negatif dari naiknya harga minyak dunia meski sektor finansial, khususnya 4 dari 5 bank investasi terbesar, mencatatkan better-than-expected result selama 1H08. Terkait hal ini, bursa Asia dibuka melemah hari ini dengan penguatan pada indeks Nikkei dan Shanghai, setelah kemarin melemah.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Momentum penguatan bagi saham-saham tambang dan CPO terlihat masih cukup kuat, meski bayangan profit taking akan mewarnai bursa hari ini. Beberapa saham pilihan yang diperkirakan akan masih menguat hari ini adalah BUMI, AALI, PGAS, INDF dan PTBA. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2.168 - 2.211.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads