IHSG Masih Punya Tenaga Menguat

IHSG Masih Punya Tenaga Menguat

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2008 08:18 WIB
IHSG Masih Punya Tenaga Menguat
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih punya peluang untuk melanjutkan penguatan. Hijaunya bursa saham di Wall Street dan regional membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa unjuk kekuatan.

Pada perdagangan saham Rabu (23/7/2008) IHSG diprediksi positif dengan andalan saham unggulan di sektor perbankan dan telekomunikasi.

Penurunan harga minyak ke level US$ 127 per barel kemungkinan bisa menyeret saham tambang terkoreksi, sehingga investor akan melakukan pembelian selektif saham tambang.       

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones pada penutupan perdagangan saham Selasa waktu AS (23/7/2008) menguat 135,16 poin (1,18%) menjadi 11.602,50, Nasdaq naik 24,43 poin (1,07%) menjadi 2.303,96 dan S&P 500 naik 17 poin (1,35%) menjadi 1.277.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (22/7/2008) IHSG naik 17,687 poin (0,81%) menjadi 2.212,754. Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks kembali menguat 17 poin keposisi 2.212 hampir menutup penurunan selama dua hari lalu dengan didukung sektor properti dan infrastruktur. Kembali menguatnya harga CPO dan turunnya ekpor batubara di Newscastle bakal menggairahkan kedua sektor yang sebelumnya terkoreksi dalam. Indeks diperkirakan masih rally dikisaran 2.190-2.230 dengan pilihan saham: PTBA, BUMI, SGRO, TINS dan ELTY.     

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil kembali menguat dengan ditopang oleh saham-saham dari sektor property dan Telco. Investor terlihat mulai melakukan switching dari sektor comodity related ke sektor interest related seperti banking, property dan automotive, seiring dengan mulai terkoreksinya harga-harga komoditas. Indeks kemarin ditutup menguat terbatas, 0,8%, di level 2212,7 dengan tidak lepas dari bayangan profit taking.

Sementara pada perdagangan semalam, bursa US kembali meneruskan rally penguatannya dengan indeks Dow  Jones naik sekitar 1,2%. Penguatan ini ditopang oleh sentimen kembali terkoreksinya harga minyak dunia ke level US$127,9/barrel (-2,2%), serta rebound yang terjadi pada saham-saham sektor finansial. Terkait hal ini, beberapa bursa Asia dibuka menguat signifikan sekitar 1-1,5% menyerap sentimen positif dari penurunan harga minyak yang telah terkoreksi sekitar US$ 20 dari titik tertingginya.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan masih mampu melanjutkan penguatannya seiring dengan penguatan bursa regional. Sektor banking yang kemarin sedikit terkoreksi diperkirakan akan mengalami penguatan, diikuti oleh para coal players dan CPO players. Sektor property yang telah menguat signifikan kemarin, diperkirakan akan mengalami profit taking hari ini. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2200 - 2230. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads