Antam Bantah Janjikan 15% Saham DPM ke Pemkab Dairi

Antam Bantah Janjikan 15% Saham DPM ke Pemkab Dairi

- detikFinance
Rabu, 23 Jul 2008 08:50 WIB
Antam Bantah Janjikan 15% Saham DPM ke Pemkab Dairi
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membantah pernah membuat perjanjian untuk memberikan 10-15% saham PT Dairi Prima Mineral (DPM) pada pemerintah kabupaten Dairi terkait akuisisi Herald Resources Ltd.

"Kalau soal itu bisa tanyakan ke BUMI sebagai pengendali yang baru di DPM. Setahu saya tidak pernah ada perjanjian tersebut," ujar Direktur Utama ANTM, Alwin Syah Lubis saat dihubungi detikFinance, Selasa Malam (22/7/2008).

Setelah Tango Mining Pte Ltd, anak usaha duet ANTM-Zhongjin menyatakan mundur dari kompetisinya di Herald, lebih dari 70% saham Herald kini telah dikuasai Calipso Investment Pte Ltd, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DPM merupakan anak usaha bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Herald, masing-masing memiliki 20% dan 80%.

Kabarnya, pemerintah kabupaten Dairi menagih jatah 10-15% saham dari direksi DPM, sebagaimana telah dijanjikan sebelumnya. Menurut informasi yang beredar, ANTM pernah menjanjikan akan memberikan jatah tersebut, jika berhasil menguasai saham Herald.

"Tidak pernah kok kami membuat perjanjian tersebut. Tapi memang benar pemkab Dairi telah mengirim surat pada DPM untuk meminta jatah saham tersebut," ujar Corporate Secretary ANTM, Bimo Budi Satriyo.

Apa yang dikatakan Bimo senada dengan Alwin, menurut mereka adanya tuntutan tersebut boleh jadi terkait otonomi daerah yang sedang digembar-gemborkan.

"Barangkali, tuntutan tersebut terkait otonomi daerah agar pemda memperoleh lebih dari sekedar royalti," ujar Bimo.

Sehubungan dengan itu, BUMI juga menyatakan hal yang senada. Presiden Direktur BUMI, Ari Saptari Hudaya menyatakan belum mengetahui lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Mengenai permintaan tersebut, akan kami lihat lebih jauh setelah proses akuisisi selesai, karena itu kan perjanjian yang dilakukan oleh pemegang saham terdahulu," ujar Ari. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads