Pinjaman sindikasi itu diberikan oleh ING Wholesale Banking, Standard Chartered Bank dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation yang bersama-sama menjadi Lead Arrangers dan Bookrunners.
Terdapat pula nama 6 bank lainnya yang ikut memberikan fasilitas sindikasi tersebut yakni PT ANZ Panin Bank, Commerzbank Aktiengesellschaft Singapore Branch, Credit Industriel et Commercial, Mizuho Corporate Bank Ltd, DZ Bank AG dan PT Bank Mandiri Tbk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana pinjaman ini akan digunakan untuk refinancing utang, biaya investasi (capex) dan untuk mendukung kegiatan usaha lainnya.
Bayan Resources sedang dalam proses melepas 833.333.500 saham atau setara 25% dari seluruh saham perseroan dengan nilai nominal Rp 100. Saham Bayan Resources akan dicatatkan di BEI pada 8 Agustus 2008.
Dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk mengakuisisi floating transfer station Rp 313,4 miliar. Untuk pengembangan usaha dan modal kerja Proyek Wahana Rp 368,7 miliar, pengembangan usaha dan modal kerja Proyek Perkasa Rp 322,6 miliar, pengembangan usaha dan modal kerja Proyek FTB Rp 138,3 miliar dan sisanya untuk penambahan aset batubara serta modal kerja lainnya.
Grup Bayan merupakan produsen batubara terbesar kedelapan di Indonesia dan pada tahun 2007 produksi batubaranya mencapai 4,7 juta ton. Kinerja perseroan tahun 2007 mencatat pendapatan Rp 3,451 triliun dan laba bersih Rp 252,7 miliar.
Pemegang saham perseroan setelah IPO adalah Dato' Low Tuck Kwong 56,3%, Jenny Quantero 11,3%, Engki Wibowo 7,5% dan publik 25%. (ir/qom)











































