"Dalam waktu dekat kami akan meluncurkan fasilitas penilaian harga referensi dan valuasi saham untuk emiten kecil dan menengah. Saat ini masih dalam persiapan," ujar Direktur Utama Pefindo, Kahlil Rowter dalam jumpa pers di Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Fasilitas ini akan menyediakan hasil penilaian harga saham yang dianggap wajar pada suatu emiten, dengan mempertimbangkan berbagai faktor fundamental dan kondisi ekonomi makro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun fasilitas ini hanya akan dilakukan bagi emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar kecil dan menengah.
"Kalau emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar besar kan sudah banyak yang garap. Jadi fokus kami di emiten-emiten kecil dan menengah," jelas Kahlil.
Pengelompokan yang membedakan antara emiten kecil menengah dengan emiten besar didasarkan pada kapitalisasi pasarnya.
"Batasannya masih dibicarakan. Asumsi dasar yang kami gunakan saat ini, yang disebut emiten kecil dan menengah adalah yang kapitalisasi pasarnya di bawah Rp 5 triliun," ujar Kahlil.
Berdasarkan data Pefindo, dari 392 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang termasuk dalam kategori emiten kecil menengah ada sekitar 326 emiten. Sisanya sebanyak 66 emiten masuk dalam kategori emiten besar.
"Perlu diingat, bahwa hasil referensi harga nanti tidak kami lampirkan rekomendasi, karena tugas itu porsinya analis. Kami hanya memberikan penilaian yang dianggap wajar berdasarkan beberapa faktor tadi," jelas Kahlil. (dro/ir)










































