Awas Kesandung Profit Taking

Awas Kesandung Profit Taking

- detikFinance
Jumat, 25 Jul 2008 07:49 WIB
Awas Kesandung Profit Taking
Jakarta - Aksi profit taking mengincar pergerakan IHSG setelah penguatan terus menerus dalam 4 hari terakhir perdagangan. Investor akan 'istirahat' sejenak, memanfaatkan momentum pelemahan bursa-bursa regional.

IHSG pada perdagangan Jumat (25/7/2008) diprediksi akan bergerak melemah ditengah incaran profit taking sejumlah saham yang sebelumnya telah menguat tajam.

Pelemahan IHSG akan mengikuti tren pelemahan bursa-bursa regional mengikuti jejak Wall Street. Pada perdagangan Kamis (24/7/2008), indeks Dow Jones di bursa Wall Street kembali melemah setelah keluarnya laporan tentang data pasar perumahan yang lebih rendah dari ekspektasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dow Jones Industrial Average (DJIA) merosot hingga 283,19 poin (2,43%) ke level 11.349,28, Nasdaq turun 45,77 poin (1,97%) ke level 2.280,11.

National Association of Realtors melaporkan penjualan rumah AS kembali turun 2,6% selama Juni, atau merupakan titik terendah dalam 10 tahun terakhir. Stok rumah masih banyak, sementara pembeli cenderung hati-hati setelah krisis subprime mortgage laly.

Bursa regional pun langsung mengikuti. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo dibuka langsung turun 148,25 point (1,09%) ke level 13.455,06 di awal menit-menit perdagangan akhir pekan ini.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Securities:


Indeks menguat 31 poin keposisi 2.257 oleh sentimen positif turunnya harga minyak terhadap sektor banking dan property serta reboundnya harga CPO. Pelemahan harga minyak belum berdampak signifikan terhadap batubara karena dari awal tahun masih naik 100% sehingga dipastikan laporan keuangan SI08 masih solid. Indeks selanjutnya menanti sentimen laporan keuangan dari perbankan dengan kecenderungan masih menguat dikisaran 2.210-2.280 dengan pilihan saham: UNSP, PTBA, BBCA, ELTY, dan SMCB.

eTrading Securities:

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin, kembali berhasil ditutup menguat sekitar 1,4% di level 2257, dengan kembali ditopang penguatan pada saham-saham sektor properti dan banking. Namun pergerakan bursa Indonesia kemarin sangat volatile, setelah sempat melorot ke level 2200, karena tekanan pada saham-saham sektor batubara dan CPO.

Sementara bursa US sendiri akhirnya mengakhiri rally bullish-nya dengan pelemahan yang cukup signifikan, terkait sentimen negatif dari sektor perumahan US, dimana penjualan rumah kembali turun drastis, sekitar -2,6%, jauh dibawah ekspektasi pasar yang hanya 1%. Sentimen negatif ini dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan profit taking dan membawa indeks Dow Jones melemah 2.43%. Sentimen pelemahan bursa US ini juga berimbas pada pelemahan bursa-bursa Asia.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan ikut melemah pada pembukaan perdagangan. Investor diperkirakan akan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan profit taking di sektor yang kemarin telah Outperform, seperti sektor Banking dan Property serta Automotive. Namun pelemahan indeks akan tertahan oleh saham dari sektor batubara dan CPO yang kemarin melemah signifikan. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2215-2285.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads