Tidak ada penghormatan khusus yang diberikan para karyawan untuk Presiden Komisaris PT Gudang Garam (GG) Tbk, Rachman Halim yang meninggal pada Minggu (27/7/2008) di Singapura.
Ketua Umum Serikat Buruh Gema Nusantara (SBGN) Imam Mustofa mengatakan, meski mengaku kehilangan sosok Rachman namun pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa untuk pengaturan jam kerja karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detiksurabaya.com melalui telepon, Senin (28/7/2008).
Saat ditanya adanya penghormatan khusus bagi karyawan baik oleh SBGN atau serikat pekerja lain, Imam mengaku belum mengetahuinya. "Hal itu masih kita koordinasikan dengan serikat pekerja lain d an perusahaan," tegasnya.
Apakah dirinya mewakili karyawan menginginkan ada perubahan jam kerja dalam masa berkabung ini, Imam menyerahkan sepenuhnya pada perusahaan.
"Kami yakin perusahaan punya kebijakan terbaik dengan meninggalnya To Hing. Sebagai karyawan kami hanya bisa menjalan sesuai dengan tugas kami," jelasnya.
Sementara di PT Gudang Garam terdapat 4 serikat pekerja dengan jumlah karyawan sesuai data terakhir awal 2008 lebih dari 41 ribu. Selain SPGN ada tiga serikat pekerja lain yakni, Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi), Serikat Pekerja Seluruh Indinesia (SPSI) dan Kesatuan Buruh Kebangsaan Indonesia (KBKI).
Dari pantauan detiksurabaya.com hingga pukul 09.20 WIB, tidak tampak situasi berduka pada karyawan yang bekerja di 9 unit kerja. Mereka pun masih bekerja seperti hari-hari biasa.
Meski belum terlihat pelayat yang membajiri rumah duka, namun rombongan Muspida Kediri lebih dulu tiba di rumahg duka Jalan Demak Np 1 Keluraga Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kediri.
Rombongan dari jajaran Muspida, Walikota, Kapolwil, Kapolresta, Kajari, Ketua PN dan manager Persib Kediri datang dengan mengendarai 8 mobil (fat/qom)











































