Tingginya respons investor lokal dan asing membeli IPO saham penyedia jasa floating storage offloading (FSO) terbesar di Tanah Air tersebut dipicu prospek bisnisnya yang menjanjikan dan harga atraktif.
Dengan harga IPO saham ditetapkan Rp 125 per saham maka dana yang dihimpun mencapai Rp 500 miliar. Selain IPO saham, Trada Maritime juga menawarkan waran sebesar 1 miliar lembar. Bila digabung dengan hasil waran, total dana yang dihimpun perseroan menjadi Rp 635 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Steffen menjelaskan, investor asing berasal dari Singapura, Malaysia, dan Hong Kong. Sedangkan investor institusi lokal terdiri atas perusahaan asuransi, manajer investasi, dan dana pensiun. Kendati respons investor lokal dan asing hampir sama, lanjut dia, IPO saham akan dialokasikan 60% untuk asing, sisanya domestik. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO saham adalah Danatama Makmur dan PT HD Capital Tbk.
Trada Maritime adalah salah satu penyedia jasa pelayaran dan penyelenggara angkutan laut terutama pada sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia. Perseroan yang berdiri tahun 1998 atas nama PT Panji Adi Samudera bergerak dalam penyedia jasa FSO. Kini perseroan menguasai lebih dari 25% pangsa pasar jasa FSO di dalam negeri dengan total nilai kontrak sebesar US$ 55,6 juta. Bebera di antara kliennya adalah Medco, Pertamina, Camar, dan Kondur.
Pendapatan Stabil
Dirut HD Capital Anthony Kristanto menambahkan, prospek kinerja keuangan Trada Maritime cukup bagus ke depan. Sebab, pendapatannya lebih stabil dan tidak terpengaruh oleh lonjakan harga minyak mentah dan batubara di pasar global. Soalnya, perseroan telah menandatanangi kontrak jangka panjang dengan beberapa perusahaan minyak dan pertambangan batubara. Dampaknya, harga saham juga berpotensi menguat. "Selain itu, price to earning ratio (PER) masih berkisar 3,9 kali, sedangkan rata-rata PER industri kapal sekitar 7-8 kali," jelas dia.
Menurut dia, ekspansi perseroan kepada jasa pengangkutan komoditas kering seperti batubara turut mendongkrak kinerja keuangan. Apalagi, Trada Maritime segera mendapatkan proyek penganggkutan batubara dari beberapa perusahaan dengan nilai yang cukup besar.
"Jadi, kinerja keuangan berpeluang naik tajam akhir tahun ini dan pada masa mendatang setelah ekspansi bisnis baru," kata dia.
Pendapatan akhir tahun diperkirakan mencapai Rp 484 miliar dan akan melonjak drastis menjadi Rp 1,07 triliun sampai akhir 2009. Sedangkan laba bersih bisa mencapai Rp 122 miliar dan meningkat menjadi Rp 280 miliar tahun depan. Trada Maritime saat ini mempunyai 33 unit kapal, terdiri atas 5 FSO, 13 tug boat, 2 oil barge, 10 flat top barge, dan tiga motor tanker. (ir/qom)











































