Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas PT.Gudang Garam,Tbk Vidya R Boediyanti, dalam jumpa pers di Unit I Gudang Garam, di Keurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Senin sore (28/7/2008).
"Kita sama sekali belum berfikir ke arah sana. Suasana duka dan berkabung masih menyelimuti keluarga Pak Rachman, dan tentunya sebagai rasa hormat, siapa pengganti beliau belum akan kami fikirkan," kata Vidya kepada sejumlah wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pergantian posisi Presiden Komisaris apakah akan dilakukan melalui RUPS, Vita juga mengaku bukan pada wewenangnya mengungkapkan hal tersebut.
"Saya pikir itu bukan wewenang saya untuk bisa menjawab, biar itu dijelaskan bagian legal saja," tegas Vita.
Pengakuan serupa juga diberikan oleh Wakil Kepala Divisi Umum Gudang Garam, Slamet Boediono. Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, dia mengaku hal tersebut baru akan dibicarakan setelah masa berkabung selesai.
"Tidak etis kalau kami bicarakan hal tersebut sekarang, dan tentunya kemungkinan besar hal tersebut akan kami bicarakan setelah masa berkabung keluarga Pak Rachman berakhir," kata Slamet Boediono.
Rachman Halim meninggal dunia setelah menduduki jabatan Presiden Komisari di PT Gudang Garam Tbk sejak tahun 1984 silam. Rachman merupakan anak pertama dari pendiri perusahaan rokok terbesar di Indonesia tersebut, Surya Wonowidjojo yang meninggal tahun 1985 silam.
Rachman meninggal di usia ke-61 di RS Mount Elizabeth, Singapura. Rencananya, Rachman baru akan dimakamkan pada Minggu, 3 Agustus mendatang. (gik/qom)











































