Pendapatan WIka pada semester I-2008 tercatat naik 82% menjadi Rp 2,73triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun. Angka tersebut berarti sudah mencapai 45,1% dari target pendapatan WIKA di tahun 2008 yakni sebesar Rp 6,05 triliun.
Wika dalam siaran persnya, Selasa (29/7/2008) menjelaskan, biasanya pendapatan industri konstruksi pada semester I mencapai 30-35% dari total pendapatan 1 tahun. Dengan demikian Wika optimistis dapat meraih target pendapatan 2008 sebesar Rp 6,05 triliun melalui kontrak yang telah diraih dan potensi tambahan kontrak dalam tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pencapaian lain yang berhasil dicapai adalah: Laba operasional meningkat 25% menjadi Rp 104.2 miliar dari Rp 83,3 miliar dari periode yang sama tahun lalu.
WIKA mencatat laba sebelum pajak pada semester I 2008 sebesar Rp 100,3 milyar atau meningkat 71% dari periode yang sama tahun lalu Rp 58,5 milyar.
Melonjaknya pendapatan WIKA ditunjang kenaikkan pendapatan kontrak konstruksi infrastruktur dan gedung di Indonesia dan internasional seperti di Uni Emirat Arab, Brunei, dan Alzajair yang memberikan konstribusi pendapatan sebesar 62% dari pendapatan total WIKA. Kenaikan pendapatan tersebut juga disumbang oleh perolehan kontrak penting di perusahaan anak WIKA seperti WIKA Beton dan WIKA Intrade.
Saat ini WIKA telah menjadi market leader untuk proyek power plant dengan menguasai lebih dari 30% lebih proyek power plant yang ditawarkan pemerintah. Dan proyek ini kemungkinan akan terus bertambah dengan masuknya 10 proyek power plant baru senilai Rp 3,7 triliun.
"Kami sangat senang dengan pencapaian ini. Kuatnya kinerja dan kepemimpinan kami di sektor konstruksi dan infrastruktur menjamin pencapaian target kami di 2008" papar Bintang Perbowo, Direktur Utama WIKA.
Hingga saat ini Order Book yang diperoleh WIKA telah mencapai Rp 11,1 triliun atau telah mencapai 78.68% dari target tahun 2008 sebesar Rp 14,11 triliun. WIKA Beton dan WIKA Intrade pada semester I 2008 menyumbang pendapatan sebesar Rp 935,2 miliar.
Pendapatan itu diperoleh dari bertambahnya portofolio proyek dan ekspansi usaha agresifWIKA Beton merupakan market leader untuk pre-cast beton dengan penguasaan 65% pangsa pasar dan total kapasitas produksi sebesar satu juta ton per tahun dimana hampir seluruh pekerjaan konstruksi dan infrastruktur yang membutuhkan cetakan beton memesan produk WIKA beton yang sudah terjamin kualitasnya. Dengan tujuh pabrik yang tersebar diseluruh Indonesia, kapasitas produksi tahun ini akan bertambah 150,000 ton per tahun.
Hingga semester ini WIKA Beton mencatat pendapatan sebesar Rp 450,9 milyar atau menyumbang 16,5% dari total pendapatan WIKA.WIKA Intrade memproduksi dan memperdagangkan materi konstruksi termasuk solar heater dan memimpin pasar di sektor produksi tabung gas bersubsidi. Kapasitas produksi saat ini telah mencapai 3,3 juta tabung gas dan akan ditingkatkan menjadi 7,3 juta/ tahun pada semester II 2008 ini.
Pendapatan WIKA Intrade pada kuartal II 2008 bahkan telah mencapai Rp 484,27 milyar, atau 80,7% dari target pendapatan WIKA Intrade tahun 2008. Kontribusi pendapatan WIKA Intrade meningkat dari 12% di tahun 2007 menjadi 17,7% di kuartal II tahun 2008. (hen/qom)











































