Lonjakan laba bersih itu ditopang oleh kenaikan pendapatan XL. Pada semester I-2008 pendapatan usaha XL mencapai Rp 5,8 triliun, sementara pendapatan bersih adalah Rp 631,272 miliar atau naik 1.438% dibanding periode yang sama tahun 2007.
"Pendapatan XL semester I-2008 meningkat 59% dibandingkan periode yang sama 2007, atau naik 20% dibandingkan kuartal I-2008," ujar Direktur Utama Excelcomindo Pratama Tbk (XL) Hasnul Suhaimi dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin malam (28/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan traffic dan pelanggan merupakan hasil dari penerapan strategi tarif XL yang mulai diimplementasikan pada triwulan III-2007 dan mendapatkan respon positif dari pasar," tutur Hasnul.
Dituturkannya dalam kompetisi industri telekomunikasi yang semakin ketat, XL dapat meningkatkan kinerjanya, dan XL bukan hanya sekedar menurunkan tarifnya saja tetapi juga meningkatkan kapasitas dan menjaga kualitas jaringan sehingga mampu menampung lonjakan traffic.
Pada Juni 2008, XL dan anak usahanya Excelcomindo Finance Company BV mengumumkan hasil dari permintaan persetujuan atas rencana penjualan dan transfer terkait sebagai bagian dari upaya refinancing dari obligasinya untuk memperoleh cost of fund yang lebih murah.
XL telah melakukan penawaran tender hingga limit US$ 150 juta untuk guaranteed notes senilai US$ 250 juta , 7,125% yang jatuh tempo 2013 kepada pemilik obligasi, yang hasilnya adalah:
1. Consent yang diterima dari pemegang obligasi adalah 91% dari aggregate outstanding principal amount dan pemegang obligasi yang memenuhi persyaratan menerima pembayaran consent sebesar US$ 10 untuk setiap US$ 1.000 principal amount.
2. Aggregate outstanding principal amount yang diterima untuk pembayaran obligasi dalam penawaran tender partial adalah sebesar US$ 122,3 juta dan dibayar sebesar 101% dari nilai nominal. Sebagai hasilnya, outstanding notes menjadi US$ 127,7 juta.
"Sesuai dengan lean operating bisnis model kami, dan dalam upaya untuk lebih berkonsentrasi pada bisnis utama kami, kami berencana untuk menjual sampai dengan 7.000 menara serta kemudian menyewa kembali menara tersebut. Kami akan menjual bisnis menara ini, tapi tidak hanya itu, kami telah memulai bisnis menara dan telah menyewakan menara kepada operator lain dengan tujuan utama return in assets," papar Hasnul.
Hasnul menambahkan sejumlah pihak yang berminat atas penjualan bisnis menara saat ini sedang dalam proses uji tuntas dan diharapkan mereka akan mengajukan proposal penawaran pada triwulan III-2008.
"Kinerja kami menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan melampaui ekspektasi kami. Oleh karena itu kami menaikkan revenue guidance menjadi sekitar 40% dimana kami akan mengalokasikan sekitar US$ 1,25 miliar untuk capex, dan margin diharapkan lebih baik dari 2007," kata Hasnul. (qom/ddn)











































