"Kami memperkirakan BRI akan mendapatkan keuntungan besar dari pencanangan KUR karena BRI memiliki cabang paling luas dan juga pengalaman yang sudah lama dalam memberikan kredit mikro. Kami memperkirakan KUR akan memberikan kontribusi hingga Rp 6 triliun terhadap kredit BRI setiap tahunnya," ujar Haryo Koconegoro, analis dari Optima Securities, Selasa (29/7/2008).
Pada perdagangan hari ini, saham BRI dibuka turun Rp 100 menjadi Rp 5.950. Haryo memperkirakan harga BRI bisa menembus Rp 8.550 berdasarkan metodologi Gordon Growth Methodology untuk 12 bulan. Harga itu merepresentasikan kenaikan 34% dari level harga terkini. Harga itu mencerminkan 4,2 kali P/BV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira kekhawatiran terhadap kenaikan porsi kredit korporasi BRI tidak ditemukan karena ini tidak lebih dari sebuah kasus kelebihan likuiditas. Selain itu, per Mei 2008, BRI berhasil menggeser Bank Mandiri dalam hal pangsa pasar total kredit berkat kredit korporasinya," jelas Harry.
Sementara risiko yang bisa mempengaruhi BRI adalah kenaikan suku bunga yang tajam dan terus melambatnya perekonomian.
(qom/ddn)











































