Menara XL Bisa Laku US$ 945 Juta

Menara XL Bisa Laku US$ 945 Juta

- detikFinance
Selasa, 29 Jul 2008 13:28 WIB
Menara XL Bisa Laku US$ 945 Juta
Jakarta - Rencana perusahaan telekomunikasi PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) melepas 7.000 menara telekomunikasinya bisa meraup dana segar minimal sebesar US$ 945 juta.

"Angkanya belum pasti, karena masih tender, tapi yang jelas harga jual menara kami lebih dari harga Hutchinson," ungkap Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, usai RUPSLB di GRHA XL, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (29/7/2008).

Pada Maret 2008 lalu, Hutchinson Telecommunication International, pemilik merek dagang operator '3', menjual 3.692 menara telekomunikasinya ke PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) senilai US$ 500 juta. Nilai satuan menara tersebut kira-kira setara dengan US$ 135.000u.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana dikatakan Hasnul, jika XL melepas menaranya di harga yang sama dengan Hutchinson sebesar US$ 135 ribu per menara, maka penjualan 7.000 menara XL minimal akan senilai US$ 945 juta.

"Saat ini masih tender dengan para penawar. Targetnya rampung pada triwulan IV. Dari 75 penawar, sekarang tinggal tersisa 11 penawar. Komposisi penawarnya seimbang antara asing dan lokal," ungkap Hasnul.

Rencananya, dana hasil penjualan menara tersebut akan digunakan untuk mendanai anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) 2008 dan pelunasan sebagian utang-utang perseroan.

Anggaran capex XL tahun ini sebesar US$ 1,25 miliar. Komposisi pendanaannya kombinasi kas internal, pinjaman bank dan rencana penerbitan obligasi. Sedangkan total outstanding debt XL per 30 Juni 2008 sebesar Rp 12,1 triliun.

Sayangnya, Hasnul belum dapat memberikan informasi mengenai rincian penggunaan dana hasil penjualan menara, baik untuk capex maupun pelunasan sebagian utang-utang tersebut. "Nanti saja lah, kalau uangnya sudah kami terima," elak Hasnul.

Investor Asing di Menara Telekomunikasi
Β 
Sementara terkait diberlakukannya Peraturan Menteri (Permen) Kominfo No 2/PER/M.Kominfo/3/2008 yang mengatur masalah investasi asing dalam industri menara telekomunikasi di Indonesia, Hasnul mengatakan perseroan akan mematuhi peraturan yang berlaku.

"Tentu kami akan ikut peraturan yang berlaku. Diantara penawar kami, memang ada yang perusahaan asing. Tapi kami sudah memberi syarat pada mereka, jika mereka ingin membeli menara kami, entah bagaimana caranya, mereka harus bisa menjadi perusahaan Indonesia, agar tidak berbenturan dengan permen tersebut," papar Hasnul. (dro/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads