Pasar Saham Berhitung Inflasi

Pasar Saham Berhitung Inflasi

- detikFinance
Kamis, 31 Jul 2008 07:08 WIB
Pasar Saham Berhitung Inflasi
Jakarta - Pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia akan mulai berhitung inflasi Juli 2008 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik pada Jumat besok (1/8/2008). Ada keyakinan inflasi Juli akan menurun.

Alhasil perdagangan saham pada Kamis (31/7/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bisa positif dengan motor penggerak saham komoditas dan perbankan.

Keyakinan pelaku pasar inflasi Juli akan turun karena dampak kenaikan BBM pada 24 Mei 2008 telah mencapai puncaknya pada Juni lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarnya laporan keuangan emiten semester I-2008 yang kebanyakan mencatat kinerja positif bakal turut memacu hijaunya IHSG.

Sementara saham di Wall Street pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (30/7/2008) mencatat kenaikan di tengah naiknya lagi harga minyak dunia. Meski cemas harga minyak naik lagi ke US$ 127 per barel namun keputusan the Fed yang akan terus memantau perkembangan perusahaan finansial di AS memberikan sedikit kekuatan.

Indeks Dow Jones naik 186,13 poin (1,63%) menjadi 11.583,69, indeks teknologi Nasdaq naik 10,10 poin (0,44%) menjadi 2.329,72 dan indeks Standard & Poor's 500 naik 21,06 poin (1,67%) menjadi 1.284,26.

Pada perdagangan Selasa (29/7/2008), IHSG ditutup menguat tipis 3,008 (0,13%) ke level 2.278,684.

Optima Securities


Indeks bertahan dari tekanan bursa regional yang melemah dengan menguat tipis 3 poin ke posisi 2.278 didorong bagusnya kinerja SI08 yang masih solid. Penguatan lebih lanjut masih terbuka baik secara tehnikal maupun fundamental dikisaran 2.250-2.290 dengan pilihan saham: UNTR, HEXA, SMGR, ASII dan LSIP.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan lalu berhasil bertahan di teritori positif meski mengalami tekanan sentimen negatif dari pelemahan bursa US dan regional. Indeks berhasil ditutup menguat 0,1% ke level 2278,6. Namun pergerakan bursa pada selasa kemarin, terasa sangat sepi dengan transaksi yang hanya sekitar Rp2,85 triliun, jauh di bawah rata-rata harian yang biasanya mencapai Rp4 triliun.

Sementara, selama 2 hari berturut-turut kemarin, bursa US berhasil meneruskan rally penguatannya. Penguatan bursa US ditopang oleh saham-saham sektor finansial, seiring pernyataan The Fed yang akan memperpanjang jangka waktu program penyehatan sektor finansial. Investor memandang positif langkah ini, dan mengalahkan sentimen negatif dari melonjaknya harga minyak dunia yang sempat naik US$4,58 dalam sehari dan ditutup di level US$126,7/barrel. Bursa regional pada pembukaan perdagangan hari ini berhasil melanjutkan penguatan hari kemarin.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan dibuka melonjak menguat, seiring sentimen positif yang ada selama bursa libur kemarin. Indeks diperkirakan akan mengejar ketertinggalan atas bursa US dan regional, dengan masih ditopang penguatan pada sektor banking dan komoditas. Namun, kami masih menyarankan investor untuk tetap melakukan trading jangka pendek, seiring masih labilnya bursa. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2259 - 2003.Β  (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads