Meski begitu rupiah masih punya potensi menguat setelah hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 29 Juli lalu terjual laris manis. Lelang SUN itu berhasil meraup dana Rp 7,3 triliun.
Pada perdagangan valas pukul 07.15 WIB, Kamis (31/7/2008) rupiah ada di level 9.120 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 9.118-9.123 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak yang kembali berfluktuatif yang pada perdagangan di New York Rabu waktu AS (30/7/2008) naik US$ 4,58 menjadi US$ 126,77 per barel, akan diwaspadai pelaku pasar.
Karena harga minyak yang naik bisa menekan rupiah dengan tingginya biaya impor untuk minyak dan membengkaknya defisit APBN.
Sementara mata uang dolar AS menguat terhadap euro dan yen setelah munculnya data pertumbuhan tenaga kerja di sektor swasta sebesar 9.000 di bulan Juli. Padahal sebelumnya pasar memprediksi akan adanya penurunan.
Pada perdagangan di New York Rabu waktu AS (30/7/2008), euro turun di posisi 1,5575 dolar AS dibandingkan hari sebelumya di posisi 1,5589 dolar AS. Sedangkan terhadap yen, mata uang paman sam naik ke posisi 108,12 dibanding hari sebelumnya 108,06 yen.
(ir/ir)











































