Rupiah Hati-hati di Akhir Bulan

Rupiah Hati-hati di Akhir Bulan

- detikFinance
Kamis, 31 Jul 2008 07:31 WIB
Rupiah Hati-hati di Akhir Bulan
Jakarta - Rupiah harus berhati-hati dengan aksi buru dolar yang biasanya ramai terjadi di penghujung bulan. Antisipasi inflasi Juli 2008 dan naiknya lagi harga minyak dunia menjadi perhatian pelaku pasar.   

Meski begitu rupiah masih punya potensi menguat setelah hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 29 Juli lalu terjual laris manis. Lelang SUN itu berhasil meraup dana Rp 7,3 triliun.

Pada perdagangan valas pukul 07.15 WIB, Kamis (31/7/2008) rupiah ada di level 9.120 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 9.118-9.123 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor akan mengkalkulsi ke mana arah inflasi di bulan Juli karena akan menentukan keputusan Bank Indonesia untuk mematok besaran BI Rate ke depan.

Harga minyak yang kembali berfluktuatif yang pada perdagangan di New York Rabu waktu AS (30/7/2008) naik US$ 4,58 menjadi US$ 126,77 per barel, akan diwaspadai pelaku pasar.

Karena harga minyak yang naik bisa menekan rupiah dengan tingginya biaya impor untuk minyak dan membengkaknya defisit APBN.      

Sementara mata uang dolar AS menguat terhadap euro dan yen setelah munculnya data pertumbuhan tenaga kerja di sektor swasta sebesar 9.000 di bulan Juli. Padahal sebelumnya pasar memprediksi akan adanya penurunan.

Pada perdagangan di New York Rabu waktu AS (30/7/2008), euro turun di posisi 1,5575 dolar AS dibandingkan hari sebelumya di posisi 1,5589 dolar AS. Sedangkan terhadap yen, mata uang paman sam naik ke posisi 108,12 dibanding hari sebelumnya 108,06 yen.    
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads