"CSPA memang telah dilakukan. Tapi kami belum bisa komentar lebih jauh tentang akuisisi ini," ujar Direktur Keuangan UNTR, Gidion Hasan saat dihubungi detikFinance, Kamis (31/7/2008).
Sehubungan dengan itu, Investor Relations UNTR, Ari Setiyawan ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa hingga saat ini proses pembicaraan antara kedua belah pihak masih dalam tahap negosiasi, sehingga belum dapat dipublikasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski belum dapat diumumkan, Gidion mengatakan bahwa target tambang untuk diakuisisi minimal memiliki cadangan batubara sebanyak 20 juta ton.
Pada awal tahun 2008, UNTR juga telah mengakuisisi PT Tuah Turangga Agung, sebuah tambang batubara yang juga berlokasi di Kalimantan Tengah. Nilai akuisisi tambang dengan cadangan 35-40 juta ton tersebut mencapai US$ 115,6 juta. Dananya diperoleh melalui pinjaman Mizuho, OCBC dan Sumitomo Mitsui
Sektor tambang batubara merupakan salah satu fokus yang akan dirambah perseroan ke depan, terutama di saat komoditas batubara sedang naik daun belakangan ini.
Saat ini, UNTR sedang membidik 5 kuasa penambangan (KP) batubara di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi untuk diakuisisi. Dana yang disiapkan untuk akuisisi tersebut mencapai US$ 214,5 juta.
Dana tersebut akan diambil sekitar 55% dari rencana perseroan melaksanakan penawaran saham terbatas (rights issue) pada Agustus mendatang.
Jumlah saham baru yang akan dilepas sebanyak 475.268.183 saham di harga Rp 7.500 per saham. Target dana yang akan dihimpun melalui aksi korporasi tersebut sebesar Rp 3,56 triliun (US$ 390 juta). (dro/ir)











































